"Kau,kau selalu disini,di hatiku."
Kata-kata itu memutar kembali memori yang sudah terkubur 6 tahun lalu.Entah apa rasa yang sedang bergejolak di hatinya.Jika aku menjadi dia ,mungkin hidupku tak karuan.
Kini,duka itu menghampirinya lagi .Diyah sudah cukup tegar untuk masalah seperti ini .Tapi jauh di lubuk hatinya,air mata tak cukup menghilangkan perasaan sedihnya.
"Yah ,mungkin kamu tahu kalimat ini ,semua milik-Nya pastilah kembali kepada -Nya.Jangan kamu jadikan ini akhir dari segalanya .Aku ingin kamu kuatkan dirimu ,seperti dulu."ucapku
"Ntahlah, Din.Aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi semenit lagi ,bahkan nanti ,di tahun selanjutnya.Percuma aku menangis .Tak ada satu orang pun yang paham arti sepi di hati ini."ucap Diyah terbata-bata .
Aku terdiam .Aku tak ingin menambah ucapanku.Kupalingkan pandangku seraya pergi...
♥
Hari-hari berjalan seakan tak peduli dengan orang-orang yang hanya menyia-nyiakan waktunya.Tepat setahun,aku ditinggal Bapak.Aku membersihkan kuburannya yang penuh dengan dedaunan kering.Setelah selesai membersihkan ,aku tertegun diam di makam beliau.Seuntai doa kuucapkan "Pak,aku tahu Bapak senang disana.Aku janji tak menangis.Tapi boleh kan Diyah menangis sebentar saja.Aku rindu Bapak .Aku juga rindu sama Ibu.Aku sendiri Pak...... " Aku tak bisa melanjutkan ucapanku.Kulanjutkan dengan doa dan pergi .
Hidup tetaplah hidup .Aku tetap fokus dengan studiku .Bersiap-siap untuk ujian akhir dan mengancang-ancang universitas yang aku targetkan.Sampai waktu ujian pun datang,hidupku mengalir begitu saja.Tak ada yang istimewa.
Apa yang kurencanakan ,berhasil karena-Nya .Tapi ,tak hidup namanya tanpa kerikil yang menghadang.Aku tak punya cukup dana untuk melanjutkan studi.Aku bergegas pulang dan tertegun di dalam rumah,sendiri dan menangis ..
♥
Kerinduanku terhadap kenangan sekolah membawaku kembali ke kampung halaman .Aku mencari dan bertemu dengan teman-teman lama.Terbesit di benakku satu nama,Diyah.Tanpa pikir panjang ,aku mencari keberadaan Diyah.Mungkin takdir yang menemukanku dengannya.Kami melepas rindu sambil bercerita mengulang kenangan masa lalu.
"Ak gak nyangka kamu sesukses ini sekarang."ucapku
"Hmm..Alhamdulillah,semua karena izin Allah .Sekarang aku malah ketemu kamu."ucap Diyah sambil tertawa kecil
"Oh ya,kamu kuliah dimana ? "tanyaku ingin tahu
"Dulu di Jogja,tapi sekarang ....... "
Kata-kata Diyah terpotong .Lalu seorang pria berseragam rapi mengantarkan selembar amplop .
Tanpa berlama-lama ,Diyah membuka amplop itu dan membacanya dengan seksama.Kami diam.Hening dan tak bersuara.
"Kenapa Yah?"aku berusaha memcahkan keheningan itu.
"Dulu di Jogja ,tapi sekarang di Australia " jawab Diyah sembil meneteskan air mata.Satu pelajaran yang kuterima dari Diyah.Hidup tak akan berhenti.Walaupun duka menghampiri kita.Kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi bahkan sangat memengaruhi hidup kita bukan berarti hidup kita hambar,berjalan datar.Namun disinilah awal pencapaian kita,jika kita mempunyai tekad untuk keluar dari belenggu kesedihan dan keterpurukan ...♥
apo tu red?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusnaa...jgn lupa mampir ke my blog http://rafjitsu.blogspot.com/
BalasHapusjgn lupa di follow
https://raftebayo.wordpress.com/
BalasHapushttp://rafjitsu.blogspot.com/
Supported By : Wakattebayo.Inc & Rafnel Sy .