Selasa, 16 Februari 2016

Mengajarimu Tersenyum

Teruntuk Kamu yang Tiba-Tiba Menyapa...

Kemarin pagi, badanku panas dingin. Terbaring dari pagi hingga sore dan rasanya nyeri sekujur badan. Jam 2 siang, aku mengecek handphone yang selama di rumah tak terlalu kupedulikan. Rupanya ada seseorang yang menyapa dengan 3 huruf “Wow”. Sekilas aku berpikir “And now, what?”. Aku bukan kesal dengan seseorang yang mengirimkan pesan itu, tapi timing ia “menyapaku” tidak sesuai dengan kondisiku kemarin.

Ia (maaf, kusebut saja ia, karena ia bisa saja membaca surat ini dan menertawaiku, hehe) terkadang mengesalkan. Tidak pernah bisa berbicara serius. Selalu berdebat dan akhirnya debat itu membuatku kesal. Ia menyinggung masalah foto baru di salah satu media sosialku. Ia bilang bagaimana cara senyum seperti "itu".

Pastilah aku bingung. Antara ingin memuji ataupun mencela. Tapi hal itu biasa bagiku. Pertemanan kami diwarnai selama kira-kira 6 tahun ini ya seperti ini. Tidak pernah berbicara “yang normal” dan selalu bertengkar. Ya sudah, terkadang aku lelah menghiraukannya tetapi tidak tega mengacuhkannya.

Teruntuk kamu yang entah ingin memuji, mencela atau menyapa, terkadang berhentilah berdebat dan bertengkar atau memancing amarahku. Karena aku pun tidak selalu dalam kondisi fit. dan selalu ingin meladeni celotehanmu.
Teruntuk kamu yang tiba-tiba datang dan kembali sesuka hati, jika ingin tersenyum, tataplah dirimu sendiri di cermin, syukuri hidupmu dan mulailah tersenyum. Tersenyum tidaklah sesulit  yang kamu pikir. Itu sedikit tipsku yang tidak sempat kujawab serius kemarin.


Dari Aku yang Sudah Terbiasa Bertengkar Denganmu (hehe)



RED

@redinasyafril

Tidak ada komentar:

Posting Komentar