Teruntuk Kamu yang Tiba-Tiba Menyapa...
Kemarin pagi, badanku panas dingin. Terbaring dari pagi
hingga sore dan rasanya nyeri sekujur badan. Jam 2 siang, aku mengecek
handphone yang selama di rumah tak terlalu kupedulikan. Rupanya ada seseorang
yang menyapa dengan 3 huruf “Wow”. Sekilas aku berpikir “And now, what?”. Aku bukan
kesal dengan seseorang yang mengirimkan pesan itu, tapi timing ia “menyapaku”
tidak sesuai dengan kondisiku kemarin.
Ia (maaf, kusebut saja ia, karena ia bisa saja membaca
surat ini dan menertawaiku, hehe) terkadang mengesalkan. Tidak pernah bisa
berbicara serius. Selalu berdebat dan akhirnya debat itu membuatku kesal. Ia
menyinggung masalah foto baru di salah satu media sosialku. Ia bilang bagaimana cara senyum seperti "itu".
Pastilah aku bingung. Antara ingin memuji ataupun
mencela. Tapi hal itu biasa bagiku. Pertemanan kami diwarnai selama kira-kira 6
tahun ini ya seperti ini. Tidak pernah berbicara “yang normal” dan selalu
bertengkar. Ya sudah, terkadang aku lelah menghiraukannya tetapi tidak tega
mengacuhkannya.
Teruntuk kamu yang entah ingin memuji, mencela atau menyapa,
terkadang berhentilah berdebat dan bertengkar atau memancing amarahku. Karena
aku pun tidak selalu dalam kondisi fit. dan selalu ingin meladeni celotehanmu.
Teruntuk kamu yang tiba-tiba datang dan
kembali sesuka hati, jika ingin tersenyum, tataplah dirimu sendiri di cermin,
syukuri hidupmu dan mulailah tersenyum. Tersenyum tidaklah sesulit yang kamu
pikir. Itu sedikit tipsku yang tidak sempat kujawab serius kemarin.
Dari Aku yang Sudah Terbiasa Bertengkar Denganmu (hehe)
RED
@redinasyafril
Tidak ada komentar:
Posting Komentar