Teruntuk
Rumah yang Selama Ini Membuatku (cukup) Bahagia...
Aku mengatakan cukup bukan berarti tidak bersyukur. Cukup
berarti pas, tidak kurang dan tidak lebih. Maka kata ‘ cukup ‘ adalah kata
favoritku akhir-akhir ini. Negara ini bukan negara yang terhebat. Tetapi,
negara ini sudah memberikan kenyamanan. Belakangan ini disayangkan banyak
kejadian yang mengusik kenyamanan itu.
Ketika terkadang orang mengatakan ingin ‘pindah’ atau
ingin bertukar warga negara, sungguh, ucapan itu adalah ucapan yang tidak
sebenar-benarnya. Mereka tak mungkin ingin keluar dari negara yang tersimpan
banyak tradisi dan budaya dan mereka yang mengatakan itulah tak mungkin
berpaling karena sudah mendarah daging.
Ucapan itu hanya ucapan emosi sesaat yang tak berarti
apa-apa. Di sisi lain mendoakan negara ini dalam keadaan baik-baik saja selalu
terselip manakala ada kejadian yang mengguncang seisi negara.
Teruntuk Indonesia yang tak akan tertekuk lemah karena
satu ‘tembakan’ kecil, jangan lelah lalu menyerah, generasi muda akan tumbuh
dan tumbuh pula yang bisa berpikiran cerdas tanpa harus terpengaruh dengan serangan
ideologi ataupun budaya tak dikenal. Karena Indonesia tidak berdiri sendiri
selama ini, fondasinya sudah dikukuhkan oleh banyak unsur yang hingga kini tak
akan pernah lelah pula.
Dari Salah Satu Generasi Mudamu yang tak akan pula lelah
lalu menyerah...
RED
@redinasyafril
Tidak ada komentar:
Posting Komentar