Kamis, 25 Februari 2016

Percakapan dengan Ikan

Teruntuk Apa yang Dilihat Lebih Meyakinkan dari Apa yang Didengar...

Seperti pagi-pagi sebelumnya, terbangun pagi yang masih dingin membuatku terbangun dan bersemangat lebih lagi. Tadi pagi seperti biasa pula, menyiapkan teh manis hangat untuk kedua orang tuaku. Mama tadi bercerita panjang. Berawal dari bagaimana menerima kritikan, menjadi seseorang yang terbuka dan menjadi seseorang yang tidak ingin membenci walaupun dibenci. Dan banyak lagi. Begitulah jika bercerita dengan Mama. Bukan hanya wejangan yang terlontar tapi saling bertukar pikiran. Sampai 2 jam pun aku tidak pernah bosan mendengar Mama berbicara.

Lain hal nya dengan kegiatanku tadi pagi. Bersama Nami yang selalu gemar memanggilku dari kejauhan, gemar bernyanyi bersama atau hanya sekedar mewarnai bersama. Nami lalu mendekat dan berdiri di sebelahku. Aku yang sedang membersihkan ikan mentah sebanyak 2 kg dihibur oleh kedatangan Nami. Ia bercerita bersama ikan yang sedang kubersihkan. Persis seperti aku waktu kecil. Gemar mengkhayal walaupun ikannya pun tidak hidup lagi dan bercakap-cakap serta mengasihaninya.

Nami lalu bergumam, “Kasihan ikan-ikannya. Ikan yang warna emas ini juga. Padahal cantik ya ikan-nya. Kata temen Meme ikannya gak apa-apa diginiin. Soalnya ikan-ikannya gak bagus. Padahal warna ikan-nya cantik ya Tante Ina...”

Aku pun merespon apa yang dikatakan Nami “Iya Me..Warna ikannya bagus. Daripada Meme denger apa yang temen Meme bilang, mending Meme lihat langsung ikannya kan.”
Teruntuk apa yang kita lihat ternyata lebih meyakinkan dari apa yang kita dengar, tetaplah, semoga selalu meyakinkan dan tetap menjadi yakin atas semua hal yang dipertanyakan di dunia ini.


Dari

RED

@redinasyafril

Tidak ada komentar:

Posting Komentar