Teruntuk Apa yang Dilihat Lebih Meyakinkan dari Apa yang
Didengar...
Seperti pagi-pagi sebelumnya, terbangun pagi yang masih dingin
membuatku terbangun dan bersemangat lebih lagi. Tadi pagi seperti biasa pula,
menyiapkan teh manis hangat untuk kedua orang tuaku. Mama tadi bercerita
panjang. Berawal dari bagaimana menerima kritikan, menjadi seseorang yang
terbuka dan menjadi seseorang yang tidak ingin membenci walaupun dibenci. Dan banyak
lagi. Begitulah jika bercerita dengan Mama. Bukan hanya wejangan yang terlontar
tapi saling bertukar pikiran. Sampai 2 jam pun aku tidak pernah bosan mendengar
Mama berbicara.
Lain hal nya dengan kegiatanku tadi pagi. Bersama Nami
yang selalu gemar memanggilku dari kejauhan, gemar bernyanyi bersama atau hanya
sekedar mewarnai bersama. Nami lalu mendekat dan berdiri di sebelahku. Aku yang
sedang membersihkan ikan mentah sebanyak 2 kg dihibur oleh kedatangan Nami. Ia
bercerita bersama ikan yang sedang kubersihkan. Persis seperti aku waktu kecil.
Gemar mengkhayal walaupun ikannya pun tidak hidup lagi dan bercakap-cakap serta
mengasihaninya.
Nami lalu bergumam, “Kasihan ikan-ikannya. Ikan yang
warna emas ini juga. Padahal cantik ya ikan-nya. Kata temen Meme ikannya gak
apa-apa diginiin. Soalnya ikan-ikannya gak bagus. Padahal warna ikan-nya cantik
ya Tante Ina...”
Aku pun merespon apa yang dikatakan Nami “Iya Me..Warna
ikannya bagus. Daripada Meme denger apa yang temen Meme bilang, mending Meme
lihat langsung ikannya kan.”
Teruntuk apa yang kita lihat ternyata lebih meyakinkan
dari apa yang kita dengar, tetaplah, semoga selalu meyakinkan dan tetap menjadi
yakin atas semua hal yang dipertanyakan di dunia ini.
Dari
RED
@redinasyafril
Tidak ada komentar:
Posting Komentar