Sudah lama tak berjumpa.
Berjumpa dengan kertas putih kosong.
Kosong menatap kertas putih yang tak kunjung diisi.
Diisi dengan satu tetes air mata.
Mata yang terus mencari kajadian-kejadian.
Kejadian melelahkan tentunya.
Tentunya aku, dia dan mereka yang pernah mengalaminya.
Mengalaminya saja sudah cukup, bagiku.
Bagiku, menyimpan terkadang pilihan yang bijak.
Bijak untuk menghargai diri sendiri.
Sendiri atau bahkan bersama, tapi tetap saja merasa
sendiri.
Sendiri, menghabiskan sebagian waktu.
Waktu yang terasa nyaman dilalui seorang diri.
Diri yang tak bisa berbaur dengan kebisingan dunia luar.
Luar .
(dan aku berhenti menulis, seakan lelah dengan kepalsuan
yang terlihat dari luar.)
--