cerita yang sama.
omong kosong yang tak ada
bedanya.
luka demi luka yang tak ada
habisnya.
telah banyak yang rasa yang
dikecewakan karena mereka.
hebatnya ia, tetap bertahan,
hingga hari ini.
mungkin di saat belia, ia
meyakini bahwa hidupnya akan penuh dengan cinta dan ketulusan.
bisa saja ia bermimpi kelak akan
menceritakan indahnya hidup kepada anak-anaknya dengan penuh rasa sayang.
entah pada suatu masa, ia
berangan-angan bahwa takdir baik dalam hidupnya mampu menghangatkan dunianya.
tetapi, yang tidak ia ketahui
adalah takdir seakan tidak salah alamat.
berpuluh tahun ia rangkai
hidupnya, bertarung mengikuti arus takdir.
terkadang di saat takdir tidak berpihak
pada keyakinannya, ia hanya mengingat satu hal.
bahwa bahagia itu tidak serta merta
menghampiri hidupnya.
bahagia dalam hidup ternyata
sesuatu yang harus diperjuangkan.
seberapa keras pun ia berusaha
untuk meraih apa yang disebut bahagia, terkadang ia hanya bisa merasakan
kesepian.
ia hanya ingin ‘diselamatkan’ oleh
seseorang atau siapapun yang memahami lukanya.
selagi tak ada yang mampu
menyelamatkannya, ia tetap melanjutkan takdir hidupnya.
dengan segala ketakutan dan kegamangannya,
ia sembunyikan dengan baik.
pun pada akhirnya, kalimat yang terucap
darinya adalah ‘ada apa dengan hidupku’
aku hanya bisa terdiam.
di saat pertanyaan muncul dan aku
yang mendengarnya.
apa yang harus kujawab.
andai saja aku hidup sebagai
sahabatnya, akan kubawa ia lari menjauh dari mereka yang tak pernah mempedulikannya.
sejak saat itu, aku selalu
mendengarkan semua keluh dan kesahnya.
tak ingin kucela, selalu kudengarkan
apapun itu.
hingga dari setiap ceritanya, satu
hal yang kupahami adalah,
rasa cinta
yang ia dambakan makin lama menjelma menjadi luka.
dalam benaknya; dari segala macam
luka dan betapa sakitnya itu semua, apakah itu bagian dari takdir? yang
kuyakini bahwa segalanya akan terlewati seakan gerimis di siang hari. Atau sekalipun
takdir itu seakan hujan lebat, setidaknya akan segera reda meskipun entah kapan
waktunya, karena aku percaya bahwa itu adalah takdir.
***
.red
010625
Tidak ada komentar:
Posting Komentar