Rabu, 19 Februari 2014

2日目-2-Nichi-me: “Si Introvert,Pendengar yang Baik”

Mereka beramai-ramai saling merangkul.Seperti sudah lama tidak bersua,rindu itu terasa lepas terlihat dari eratnya pertemuan itu.Tawa mereka juga lepas membahana seluruh memori yang tersimpan lama.Aku juga ikut dirangkul di sana,bersama mereka.


Satu sosok yang aku rindukan,sahabat yang benar-benar sahabat,Deila,tapi ia tertawa dengan kawannya lainnya.Mereka mengajakku ke tribun di sebuah lapangan yang luas.Baru kali ini aku melihatnya.Lagi,aku tidak begitu dihiraukan.Aku pun berlalu menuju ke atas melewati tangga yang diduduki oleh banyak orang.Aku juga melewati lorong  yang sesak akan manusia juga,tapi lorong ini terasa familiar dan gumaman suaranya,ya seperti pernah aku dengar sebelumnya.Aku masuk ke sebuah ruangan.Lalu aku malah terdiam,tidak tahu hendak berbuat apa.Tiba-tiba saja aku memegang sebuah ember besar berisi pakaian yang cukup banyak.Lalu aku keluar melewati pintu yang sama.Tetapi semakin aku berjalan,semakin aku mulai berlari sembari memegang pakaian yang kubentuk jadi bola.Aku berlari makin kencang,menerjang kerumunan orang dan tiba-tiba sampailah aku di sebuah lapangan bola yang berpasir,aku melihat sebuah bola melayang ke hadapanku hampir mengenai kepalaku,tetapi aku melihat sosok sahabatku yang lain,Heski,seperti hendak menangkap bola yang melambung ke kepalaku,dan sahabat-sahabat kecil ku yang lain pun terlihat sedang berkumpul di sana.Mereka melemparkan senyum hangat dan tersungging tulus.Aku pun terus berlari semakin kencang,dengan perasaan lega mereka mendukung dari belakang.

“Duuuuk”

Ah,tanganku seperti membentur kursi keras yang tepat berada disampingku.Aku membuka mata,dan silaunya mentari sore yang hendak kembali ke peraduannya menembus jendela kamarku yang memang mudah sekali untuk menyerap panasnya matahari,dari fajar menyingsing sampai akan tenggelamnya mentari itu.Ternyata aku tertidur dan bermimpi.Tapi itu mimpi yang cukup indah.Cukup.

Sore itu aku tidak berniat untuk tidur siang atau sekedar berleha-leha.Sebelum tidur siang yang tidak direncanakan itu,di meja belajarku sudah aku persiapkan semuanya,membuka laptop dan memasang chargeran juga siap dengan lampu meja belajar yang selalu menemaniku setiap hendak berkutat dengan laptop.Tapi entah kenapa badan begitu lelah,dibaringkan sebentar malah tertidur sampai petang pukul 18.00.Nyawa belum terkumpul sepenuhnya,masih ingin meregangkan tubuh yang terasa pegal entah seperti selesai berolahraga atau apa,namun terasa cukup melelahkan.Sisa sore aku habiskan dengan berbaring dan bersantai sejenak.Ada dua hal yang daritadi terngiang di pikiranku.Introvert dan Pendengar yang Baik.

“Iya yah,aku kalo ngobrol ama dia suka ga nyambung,bingung mau ngomong apa.” Ucapku tadi siang kepada seorang teman,Aisle.

“Bener juga sih,ujung-ujungnya ngobrol tentang cowok lagi yah kalo sama dia,ya Nik” respon Aisle mengiyakan.

“Jadi ya,aku sering diem kalo bareng Hilsa,itung-itung jadi good listener lah ya,lagipula aku gak hobi juga ceritain masalah aku,lebih dipendem sendiri kalo ga terlalu penting” balas aku lagi.

“Itu bukan good listener namanya,introvert kali” jawab Aisle singkat

Senyum kecil kusunggingkan.Maksudnya?Aku?Tadi aku mengatakan padanya kalau aku good listener,yang selalu setia mendengar setiap cerita,keluh kesah orang-orang yang ada di sampingku.Introvert?Aku-kah?

Perjalanan pulang aku masih berpikir,introvert kah aku?Kadang pertanyaan itu selalu bermunculan berulang-ulang sepeti tak pernah terjawab menekankan diriku bahwa aku memang begitu.Semakin lama semakin terkungkung pada pemikiran itu dan buruknya aku malah tenggelam pada stigma yang aku tanam sendiri dalam pikiranku.Kadang akal sehatku terkalahkan oleh persepsi orang-orang dengan pandangannya yang negatif.

Tapi satu hal yang aku tahu tentang apa itu introvert.Ia diam bukan berarti tak tahu apa-apa.Ia tenang,bukan gemar menyendiri dan memojokkan dirinya di sudut ruangan.Ia bukan tak berteman,ia selektif mampu memilah mana yang baik dan mana yang tidak akan memberi pengaruh positif pada hidupnya.Ia punya segudang ide.Jika ia memilihmu sebagai teman,beruntunglah kamu dipilihnya sebagai teman berbagi ide.Ia tulus dan setia.Itulah introvert yang aku tahu.Kalau pun aku introvert di depan mereka,bukan soal.Kelak menjadi jika dunia tahu isi pikiranku, aku bisa jadi solusi bersama.Karena itu aku,Introvert yang punya keahlian sebagai The Good Listener.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar