Minggu, 05 Juli 2015

Luka Lama

***

Ada kalanya ingin duduk sendiri, diam, memikirkan hal yang tak sempat terjamah.
Ada kalanya ingin mengunci semua pintu dan membiarkan mereka menunggu.
Ada kalanya ingin memutar kisah lama dan terduduk di sudut ruang.
Ada kalanya berhenti tersenyum di saat sulit itu tiba, dan menangis di saat beban itu menempa.
Ada kalanya ingin menyalahkan aku, kamu, dia, mereka, kita, kami, semua yang sempat singgah, lalu pergi.
Ada kalanya ingin memecahkan seluruh ingatan itu, mengubur dalam sedalam luka yang mencuat tiba-tiba.
Ada kalanya ingin menutup mata seakan itu cara terbaik untuk lupa.
Ada kalanya ingin lupa, lupa selamanya, lupa akan luka lama.
Ada kalanya ingin memulai dari awal lagi, merangkai kembali, melangkahkan kaki, pergi.
Ada kalanya diri ini siap kembali menghadapi apapun itu, karena itulah hidup, harus maju.
Ada kalanya luka lama itu cukup diam di belakang punggung, sementara aku berlari kencang melepaskan luka yang telah lama terkungkung.

Akan ada saatnya  nanti luka lama, sirna....



redpoem-July 5th 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar