Teruntuk Nami yang Kini Sudah Pintar Menulis...
Hari ini benar-benar lelah. Perjalanan pulang kemarin
berakhir di tengah malam. Alhasil, waktu tidur pun berkurang dan energi
berkurang karena aku harus menungu selama 7 jam karena jadwal penerbanganku
yang ditunda. Kesal memang, tetapi apa boleh buat. Sabar adalah pilihan
terakhir yang harus aku dan penumpang lain lakukan.
Enam menit lagi aku pun harus menjalani tes ke 4. Dan
situasi lainnya adalah ketika aku harus konsentrasi, ada seorang anak perempuan
yang daritadi meng”interupsi” konsentrasiku. Namanya Nami. Mungkin nama ‘Nami’
di cerita ini beberapa kali muncul
diblog ini. Aku pernah menceritakannya di tahun 2013. Aku tidak bisa kesal atau
memarahinya karena ia duduk di sampingku dan sibuk berbicara, sedangkan aku
tengah gugup menunggu waktu tes.
Pagi ini Nami duduk dan bercerita tentang sekolahnya.
Wah, ia lebih pintar dibanding aku ketika duduk di bangku TK. Aku sedang sibuk
mempersiapkan tes, ia juga tak kalah sibuk mewarnai, menulis, berhitung. Wajah
lucunya tak hilang walau terlihat lesu karena masih demam.
Teruntuk Nami yang baru saja kutanyakan apakah ingin kutuliskan
surat untuknya atau tidak dan ia menjawab, bolehhh....
Yuk, lekas sembuh Namii! Nanti kita bercerita lebih lama
lagi dan mewarnai lebih banyak gambar lagi. Senang berjumpa denganmu lagi,
Namiii J
Dari Tante Ina
RED
@redinasyafril
Tidak ada komentar:
Posting Komentar