Rabu, 27 April 2016

Berbedalah ! (agar ada satu hal saja yang berbeda)

“Jika lima puluh juta orang mengatakan hal yang bodoh, tetap saja itu bodoh “ –w.s.m-
***

Tidak ada salahnya berbagi dalam sebuah pemikiran yang baru. Tulisan kali ini bukan sebuah cerita pendek. Tetapi lebih berupa sentilan kecil yang terkadang sadar atau tidak, kita semua mengalaminya.

Pernah saya membaca sebuah buku beberapa bulan lalu. Seperti biasa, saya menuliskan kembali hal-hal yang menjadi “sentilan” yang awalnya hanya menyentil saya dan tentunya benak saya. Ketika membacanya, sejenak saya tertawa kecil. Kemudian, di menit berikutnya saya terdiam. Menyunggingkan senyum kecil nan kecut. Ah, saya sedang menertawakan diri saya sendiri. Saya-lah yang jangan-jangan termasuk kandidat orang “bodoh” dalam bacaan yang sedang saya baca dan renungi ini.

Setelah menulisnya kembali, saya langsung menutup buku catatan saya. Melanjutkan kembali aktivitas saya kala itu. Setelah 3 bulan berikutnya, pada waktu ini saya kembali membacanya.

Yang saya tulis begini,

“Ketika kerumunan orang tertawa, maka bisa jadi anda akan ikut tertawa. Ketika kerumunan orang berteriak ataupun bergemuruh tanda tidak setuju, maka kemungkinan anda akan ikut berteriak ataupun bergemuruh. Ketika anda dihadapkan 3 pilihan dan telah memilih jawaban yang benar, lalu 2 orang lain datang dan memilih pilihan lain dan salah, lalu anda juga mengikuti pilihan salah itu “

Sesaat yang saya pikirkan adalah “Persis sekali.”

Atau mungkin anda yang membaca tulisan ini spontan mengatakan kepada diri sendiri “Wah, benar juga.” Atau “ Iya banget!”

Celaka-kah kita? Tidak. Sama sekali tidak. Bukan suatu kesalahan atau dosa besar. Tetapi itu lebih kepada sebuah jebakan yang anda buat sendiri dalam hidup anda. “Pelajaran” ini secara sederhana mengubah saya, baik itu dari segi perilaku maupun pemikiran. Pernah suatu saat saya mencoba menerapkan untuk menjadi berbeda. Berbeda dalam hal spontanitas seperti halnya di atas. Ketika berlawanan dengan orang pada umumnya, saya 180 derajat menjadi pusat perhatian. Atas apa? Atas perbedaan yang saya ciptakan.

Dan inilah alasan yang saya temukan atas pernyataan dan umpama yang saya tuliskan di atas. Kita semua telah diajarkan banyak pelajaran hidup. Entah itu kita peroleh di rumah, di sekolah, di perkumpulan pertemanan, atau bahkan di kehidupan yang penuh dengan “musuh” atau “lawan”. Kita pastilah mampu membedakan hal sederhana nan hakiki di kehidupan ini soal baik dan buruk hingga benar dan salah. Saya pun begitu. Semakin kesini, semakin menginjak usia dari kanak-kanak ke remaja dan sekarang hingga menuju dewasa, banyak hal yang harus diputuskan. Banyak hal yang harus dipilih. Banyak hal yang dijawab. Sedang waktu yang kita miliki tak selalu banyak. Kadang 1 tahun, 1 bulan, 1 hari, 1 jam bahkan 1 menit kita harus bergegas menentukan, apapun itu. Bukan untuk mengekang, tapi hati nurani yang berbicara. Percayalah, karena berbeda bukan berarti hal itu salah. Tetapi, ikuti kata hati yang menjadi sangat penting dalam keadaan seperti itu.

Dan pilihan yang berbeda itu-lah yang menentukan kehidupan kita berikutnya. Jika tidak berani berbeda maka tak akan ada yang berubah. Ingat, berbeda bukanlah hal yang salah. Jika kita sadar yang kita tuju adalah  menjadi baik dan benar, berbeda-lah untuk menjadi itu.

Di akhir kata, jika 50 juta orang mengatakan hal yang bodoh, tetap saja itu bodoh.

Cobalah menemukan hal yang bodoh itu menjadi sesuatu yang cerdas. Maka, berbeda-lah kita.



April 27th 2016


RED




Tidak ada komentar:

Posting Komentar