Jumat, 10 Februari 2017

Hukum Surga

Teruntuk hari kemarin yang diisi dengan gelak tawa di kelas hukum “surga”...

Lima menit, dua puluh menit, setengah jam dan satu jam. Menunggu beliau selama satu jam aku mengobrol dengan teman yang duduk di sebelahku. Tersadar kalau dosen hari ini tidak kunjung datang. Tersadar pula dosen yang mengajar kuliah hukum surat berharga adalah pembimbing akademik yang belum kami temui bahkan saat pengenalan kampus. Gayanya yang sedikit santai sudah mulai terbaca dari awal IRS (sistem pengisian rencana studi di kampusku). Terbayang sudah bagaimana rupa dan cara mengajarnya. Tapi “penampakan” wajahnya  belum muncul sejak sejam lalu.

Lima belas menit terakhir akhirnya beliau muncul. Oke. Itulah pembimbing akademik kami. Suaranya nyaring, bersemangat ketika memulai kelas. Beliau membuka kelas dengan mulai membual. Mungkin bercanda adalah gaya mengajarnya. Seketika dia menulis sesuatu di papan tulis. “Hukum Surga”.

“Hukum Surga?” Apa di kurikulum jurusan ini ada kelas hukum surga? Dia menuliskan banyak point. Sepertinya point-point itu selalu diberikan di pertemuan pertama. Tulisan yang penuh dengan tanda tanya. Oke. Cara mengajarnya adalah dengan selalu bertanya dan tidak banyak menjelaskan. Jelas saja, denugan pertanyaan-pertanyaan beliau dan dibalas dengan jawaban kami, kelas penuh dengan gelak tawa.

Hmm...kembali ke awal, Hukum Surga itu apa? Dan ternyata hukum surga yang dituliskan itu singkatan yang diciptakan beliau yaitu Hukum Surat Berharga. Hahaha. Style-nya selalu melempar guyonan setiap menjelaskan pastilah memancing tawa kami. Kalimat penting yang tuliskan di papan adalah

“Notaris=Surat berharga(surga) =Rp $”

Dari perumpaman di atas, beliau menerangkan begini “Kenapa buang-buang uang untuk kuliah lagi di sini? Membaca Al-Qur’an khatam  tapi tidak paham, terus kalian mau baca KUHPerdata sampai tamat dan paham ? Berarti sampean belum istiqomah.”

Beliau mengatakan seraya tertawa.


Teruntuk Bapak P.A dan dosen Hukum Surga, semoga tawa dan pengajaran bapak bisa membawa kami sadar seutuhnya dan istiqomah ya, Pak. Amin.




Dari



RED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar