Kamis, 09 Februari 2017

Cerita dari Sumatera

Teruntuk kunjungan dua teman dari Sumatera...


Pagi ini masih menulis dengan jadwal yang sama seperti kemarin karena jadwal kuliah yang selalu sore hari. Untuk kali ini, aku ingin menulis surat untuk kedua teman yang baru aku kenal selama beberapa hari ini. Selamat pagi teman baru-ku dari Jambi dan Lampung! Hehe. Tadi malam 2 teman mengisi kekosongan kamar kos ini. Kami bercerita banyak tentang siapa kami, apa yang kami kerjakan, apa yang kami lalui, bagaimana kehidupan kami sebelum akhirnya menghadapi dunia baru di dunia perkuliahan (lagi).

Dari setiap pertemuan, aku paling suka momen seperti ini. Bertemu dengan orang baru, saling menceritakan dan saling mendengarkan bagaimana kota asal mereka dan mengetahui banyak hal yang baru pula dan terdengar unik yang akhirnya berakhir dengan gelak tawa karena cerita dari mereka. Bukan karena “keanehan” dari perbedaan setiap cerita itu tapi karena keunikan dari setiap kisah yang mereka bagikan di pertemuan yang mendekatkan kami.

Dan setidaknya setelah gelak tawa itu, tadi malam aku juga mendengarkan beberapa potongan kisah yang mengubah sudut pandang terhadap orang.

“Seburuk-buruknya orang, ia tidak akan lupa siapa dia, siapa keluarganya, dan siapa yang paling ia sayangi. Sekejam-kejamnya orang, ia pasti ingat kemana ia pulang.”

Juga kalimat ini, “Kita hanya perlu menghargai orang, tak perlu mengusik dan tak perlu terusik. Just deal your own life.”

Teruntuk 2 teman superku (hehe), semangat untuk 2 tahun ke depan, semangat buat kita untuk bertahan di perantauan. Semoga kita tangguh dan bertahan di dunia yang katanya kejam ini. Hahaha. See you at class! (hehe)


Dari



RED


Tidak ada komentar:

Posting Komentar