“Saat langkah itu
dihakimi tak akan menjadi apa-apa, saat itulah ada jalan yang terbuka. Untukmu
yang enggan berdiam, bersoraklah untuk memulai lagi dengan suka cita. ”
*
Jengah mendengar usia menjadi segala
yang menghalangi.
Soal angka, kau kalah banyak.
Sudah berkali-kali luka yang terdera.
Sudah beratus-ratus teriakan yang
menghantam muka.
Aku masih kuat dan berusaha tegap.
Katakan, mengapa tak kau matikan
hidup kami?
Yang kau tunjuk seakan hidupmu sudah
tersusun rapi.
Tak ada salahnya.
Kita beriringan lengan.
Berjalan seuyunan.
Tak akan pula langkahmu terhentikan.
Kita, dengan capaian masing-masing.
Hargai setiap keringat ini agar
kering.
Agar tak lama lagi kita tersenyum .
Menatap manis luka yang pernah
teriris.
Soal apa yang kita tempuh.
Kita buat semangat ini kian melepuh.
Apa yang tak bisa kita kerjakan.
Selama ada hari ini.
Dan kau tak buang seperti dulu lagi.
Kita, akan baik-baik dalam mencapai
ini.
red
06052020 #13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar