“Jika yang kau pilih
diam, diamlah dengan baik. Tanpa harus menyakiti dengan kata yang tak terucap.
Tanpa hadir yang masih ingin menyelinap”
*
Alih-alih sibuk menerka, baiknya
sibukkan hatimu dengan yang nyata.
Benar adanya.
Sibuk mereka-reka apa yang ia rasa.
Kau tak punya kuasa menebaknya.
Entah bahagia atau rasa antusiasnya.
Biarkan, tak perlu kau menguras pikiran.
Meyakini dengan begitu saja.
Agar lelapmu nyenyak.
Agar nafasmu tak sesak.
Karena kau pun riuh dengan hidupmu, di sini.
Ia pun ricuh dengan sibuknya, di sana.
Maka, pikiran mengada-ngada pukul delapan.
Cobalah sekejap endapkan.
Agar hadirnya tak jadi beban.
Biar jiwanya tak kau usik dengan penasaran.
red
04052020 #11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar