“Berdo’a lah, semoga temu kita bukan
yang pertama. Yaitu segala yang menjadi pemula. Berdo’a lah, agar nama kita
beriringan, satu tujuan. ”
*
Perjalanan tenang.
Ada rindu berbalut pulang.
Menyambutnya datang.
Ia bilang,
Berbincang di pukul sembilan.
Seteru pagi tadi,
yang kadang tak ada arti.
Luluh meluruh yang di hati.
Hanya dengan seuntai diksi.
Memulai kisah apa malam ini.
Buat apa keluh.
Kepada siapa cemburu.
Jika yang kutahu.
Kita akan bertemu,
Pada saat langit menjelma ungu.
Kelak, segala apa yang kusuka,
akan menjadi segala tentang kita.
Kelak, yang ada di angan,
segera menjadi yang kita genggam.
red
03052020 #10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar