“Perjalanan yang membawa kebahagiaan
lambat laun menenangkan jiwa yang butuh ketenangan. Jangan lupa sematkan sebuah
senyuman pada mereka yang tampak muram.”
*
Kulitnya cokelat, tidak legam.
Rambut keriting yang tipis dan terurai manis.
Langkahnya ringan.
Pandangnya tenang dan dalam.
Diperhatikannya.
Sekelilingnya.
Dia hanya berhenti pada satu sisi.
Menatap lagi.
Kali ini tak setenang tadi.
Tajam, namun berhati-hati.
Mengamati pria di sudut kiri.
Pria itu sibuk menggores kertasnya.
Seakan hendak mencabik apa yang ada di depannya.
Padahal,
adalah gambar yang diciptanya.
Yang
tergores adalah indah.
Malah jauh dari sesuatu yang tak terarah.
Kagum
memandangi pria itu.
Kembali, dia
berlari-lari.
Langkahnya
terhuyung.
Seperti puas
dan geraknya bebas.
Berulang
kali, lagi dan lagi.
Kereta yang
berguncang, tak menghentikan.
Langkahnya
yang asyik berlari.
Seakan
sedang mengirimkan pesan.
Pada ia yang
diam-diam bermuram.
Untuk tetap
bergembira.
Pada kereta
yang melaju di Buniasih.
red
13052020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar