Rabu, 13 Mei 2020

Tentang Seseorang di Buniasih


“Perjalanan yang membawa kebahagiaan lambat laun menenangkan jiwa yang butuh ketenangan. Jangan lupa sematkan sebuah senyuman pada mereka yang tampak muram.”
*

Kulitnya cokelat, tidak legam.
Rambut keriting yang tipis dan terurai manis.
Langkahnya ringan.
Pandangnya tenang dan dalam.
Diperhatikannya.
Sekelilingnya.

Dia hanya berhenti pada satu sisi.
Menatap lagi.
Kali ini tak setenang tadi.
Tajam, namun berhati-hati.
Mengamati pria di sudut kiri.

Pria itu sibuk menggores kertasnya.
Seakan hendak mencabik apa yang ada di depannya.
Padahal, adalah gambar yang diciptanya.
Yang tergores adalah indah.
 Malah jauh dari sesuatu yang tak terarah.

Kagum memandangi pria itu.
Kembali, dia berlari-lari.
Langkahnya terhuyung.
Seperti puas dan geraknya bebas.
Berulang kali, lagi dan lagi.
Kereta yang berguncang, tak menghentikan.
Langkahnya yang asyik berlari.
Seakan sedang mengirimkan pesan.
Pada ia yang diam-diam bermuram.
Untuk tetap bergembira.
Pada kereta yang melaju di Buniasih.

red
13052020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar