Minggu, 21 Juni 2020

Ibu Menunggumu

***

Ada yang lebih berbahaya dari sebuah amarah.

Hati yang membatu.

Pikiran yang membuntu.

Ucapan yang kian membisu.

Tak sedikit, ia yang pergi.

Karena tak ingin meruntuhkan kerasnya hati.

Enggan duduk bersama, bertukar pikiran dan berdiskusi.

Atau sekadar berkata jujur dan berani mengakui.

Semakin waktu yang berjalan, seolah berlari.

Ada Ibu yang hingga kini menerimanya, apapun yang terjadi.

Asal ia mengalah pada tingginya ego diri.

Atau kembali,

"Bu, maafkan aku. Tak ada yang lebih berarti dari kerelaan Ibu. Mendo'akanku. Memaafkanku. Entah apapun salah dan khilafku."

*

Menundukkan diri atas keangkuhan hati adalah penawar terbaik untuk hidup lebih berdamai, dari egomu, demi Ibumu...


red
25052020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar