Jatuh
Tepat mengenai bahuku
Rasanya?
Mulai gersang,nyaris rapuh,sampai
berderai jadi debu
Ingin digenggam akan
kutangkap,tapi tak teraih
Semudah itu pergi,lepas
dari genggaman,jauh dari pandangan
Yang kini rapuh jadi debu
bukan hanya satu,tapi beribu
Tak segan melenggang tak
tahu diri mengikuti langkah gontaiku
Bisa-bisanya kau ikut
denganku?
Haruskah pedih ini turut
dengan patah hatiku?
Daun pun tak anggap
aku,tak paham aku yang ditinggal pergi
Daun pun
berbondong-bondong menyelimuti sepi ini
Turut sedih,begitu kata
daun-daun itu ,ia bisikkan lewat angin yang meniupi
Dihirup,sejuk
Tersadar lagi,bukan
itu,tapi menyakitkan cukup menusuk
Daun pun jadi lembaran
pilu yang menampung air mata
Daun pun jadi saksi air
mata itu mengering ketika semuanya tak ada
Ternyata daun pun
mengerti
Dia turut karna dia tahu
cinta ku bisa beranjak pergi
Seiring musim,seiring
angin dingin tak lagi berhembus kencang
Seiring dedaunan ini
berguguran dari asalnya
Berguguran,ikut dengan
ku,dengan cinta yang juga gugur
Bersama dedaunan,di musim
itu.
Red
November Fall, 02th 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar