Sabtu, 02 November 2013

DAUN PUN MENGERTI


Jatuh

Tepat mengenai bahuku

Rasanya?

Ringan,lembut,halus,tapi kering

Mulai gersang,nyaris rapuh,sampai berderai jadi debu

Ingin digenggam akan kutangkap,tapi tak teraih

Semudah itu pergi,lepas dari genggaman,jauh dari pandangan

Yang kini rapuh jadi debu bukan hanya satu,tapi beribu

Tak segan melenggang tak tahu diri mengikuti langkah gontaiku

Bisa-bisanya kau ikut denganku?

Haruskah pedih ini turut dengan patah hatiku?

Daun pun tak anggap aku,tak paham aku yang ditinggal pergi


Daun pun berbondong-bondong menyelimuti sepi ini


Turut sedih,begitu kata daun-daun itu ,ia bisikkan lewat angin yang meniupi

Dihirup,sejuk

Tersadar lagi,bukan itu,tapi menyakitkan cukup menusuk

Daun pun jadi lembaran pilu yang menampung air mata

Daun pun jadi saksi air mata itu mengering ketika semuanya tak ada

Ternyata daun pun mengerti

Dia turut karna dia tahu cinta ku bisa beranjak pergi

Seiring musim,seiring angin dingin tak lagi berhembus kencang



Seiring dedaunan ini berguguran dari asalnya

Berguguran,ikut dengan ku,dengan cinta yang juga gugur

Bersama dedaunan,di musim itu.
 


Red


November Fall, 02th 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar