Ketika
melangkah,semua terasa ringan.Tak ada yang dapat menghentikannya.Bahkan ketika
terpikir untuk berhenti dan mundur,langkah ini serasa terus maju ,terus dan
ingin lekas sampai ke akhirnya.Tapi ketika langkah ini benar-benar berhenti
,berdiri kaku di tengah keberanian,tak bergerak selangkah pun,dan pikiran ini ,”Wah,aku
benar-benar pengecut,haruskah aku menghentikan langkah ini”.Setiap langkah
berani itu berhenti aku selalu teringat “Okubyou
ni nattara soko de togireru yo”,” When I let
myself be cowardly, they stop”.
Dan langkahku terhenti ketika lirik lagu yang kudengarkan di sepanjang perjalanan mengatakan“Tempat itu mengerikan”Kuteruskan perjalananku.Perjalanan yang kuanggap tapakan menuju impian yang pernah kurajut.Tapi sial,aku menoleh ke belakang,mereka seperti tak bahagia melihatku melangkah,wajah mereka...Ibu,saudara dan sahabatku,seakan menyiratkan langkah ini bukan langkahku.Kupejamkan mata dan.......berlalu.
****
Tempat ini seperti menyambut kedatanganku,ikut merasakan
hawa bahagia yang kubawa jauh dari tempat lamaku,ingin aku teriak “Yahuuu,ini
duniaakuuu!!”
Bahkan di malam tahun baru kali ini,aku anggap malam
paling berarti dalam hidupku.Mengubah segalanya,mengubah jalan hidupku,apa yang
kumau bahkan apa yang harus kulakukan.Aku mulai menyusun karya-karya yang aku
banggakan untuk dipublish ke penerbit
yang berminat dengan karyaku.Lebih tepatnya bukan berminat ,mungkin yang bisa
menikmati karyaku dan menganggap karyaku ini bisa terjun ke pasaran.Lima
bundelan padat sudah siap kujinjing ke pelosok kota.Walaupun aku baru beginner
dan datang dengan model nekat,tapi aku yakin setidaknya 1 karyaku bisa diterima
oleh penerbit.
Keesokan paginya,dengan hati yang gundah dan pengharapan
yang tinggi,aku menuju ke penerbit yang sudah aku cari tahu sebelumnya ,dan
hanya beberapa penerbit yang kemungkinan bisa menerima karyaku,ya memang,I’m
still beginner ,you know?Hmm...Ketika berada di depan pintu salah satu kantor
penerbit ,rasanya aku berdiri di ambang pintu entah itu menuju ke kebenaran
atau ke jurang yang curam.Entah kenapa pikiranku melayang mengingat perkataan
Ibu sebelum aku berangkat dengan restu yang tidak bisa dikatakan sebagai restu
pertanda Ibu menyetujui kepergianku
“Nar,seyakin-yakinnya kamu bilang prospek bidang yang
kamu ambil ini menjanjikan,Ibu yakin ada jalan lain selain langkah yang kamu
ambil ini.Kamu sudah capek toh ambil jurusan teknik,kok ya melenceng jadi
penulis sih?Capek toh?”
Bahkan ketika aku sudah membulatkan tekadku untuk tetap berada di impian dan kesukaanku,Ibu tetap mempertahankan alasan jerih payah ketika aku melalui hal yang sebenarnya tidak pernah terbayang olehku.
Lain lagi dengan perkataan saudaraku yang tiba-tiba kuingat sejenak sebelum kaki ini melangkah masuk ke pintu kantor penerbit ini,
“Lo itu kadang-kadang ga bersyukur yah Nar,IPK ga nanggung-nanggung gedenya,ngelamar kerja langsung diterima pasti deh lo,ini malah nyoba-nyoba yang lain.Pikir-pikir dulu daripada nyesel Nar”
Helaan nafasku mulai berat dan kulepaskan perlahan,tak kalah menyakitkan kata-kata sahabatku.
“Ga berkah hidup lo.Ngambil lahan orang lo bisanya ya Nar.Good luck lah kalo gitu,tapi yakin deh gue,lebih ngejanjiin di teknik daripada nulis ga jelas begini”
Lebih dalam lagi,lebih jauh lagi pikiranku melayang.Ya,bahagia atau sedih yang akan aku hadapi,suka atau benci yang akan aku rasakan,kuat atau lemah nya aku menjalani sesuatu,Ya,diriku lah yang paling tahu,paling memahami dan paling benar jika aku mengikuti kata hatiku,kata hati pertama yang kudengarkan sendiri dan akan salah jika aku mengabaikan apa yang telah hatiku katakan.
Perkara lelah dan letih ketika raga ini tertatih melewati semua sampai akhirnya aku menuju tujuan hidupku,perkara menyesal atau tidaknya aku meninggalkan hal yang tidak aku yakini benar untuk aku jalani dalam hidup ini dan memilih jalan yang aku telah pastikan dengan keteguhan hatiku dan perkara berkah atau tidaknya atau perkara menjanjikan atau tidaknya,Ya tetap aku yang menghadapi.
Lebih lelah lagi jika aku menjalani sesuatu yang yang malah tidak menyehatkan jiwa dan ragaku.Lebih menyesal lagi ketika aku membelokkan sesuatu yang telah lurus dan benar demi hal-hal yang mengalihkan dari kebenaran itu.Lebih lelah lagi ketika aku menjalani itu semua,yang bukan maunya hatiku dan pada akhirnya muncullah ketidakberkahan bahkan hidup yang ngalor-ngidul karena mencari apa yang seharusnya tidak aku jalani.
Masih terpaku di depan pintu itu,masih meragu tapi seraya meragu, lagu itu terdengar,kata-kata itu membangkitkanku.
Nanika wo tebanashite soshite te ni ireru
Sonna kurikaeshi kana?
(Letting something go and then gaining something new)
(Does the same cycle repeat itself?)
Tsuyogari wa itsu datte yume ni tsuzuiteru
Okubyou ni nattara soko de togireru yo
(When I pretend to be strong, it always leads to dreams)
(When I let myself be cowardly, they stop)
Kotae wo sagasu no wa mou yameta
Machigai darake de ii
(I’ve stopped looking for answers)
(It doesn’t matter if I make mistake after mistake)
Dan langkah itu pasti,kini dan seterusnya.Kuibaratkan hidupku bagai panggung.Kini memang belum pasti ,ya ini masih panggung mimpiku,aku yang merajut apa yang kuimpikan selama ini,di hidupku sendiri,apa yang terjadi,toh itu terserah diriku mengendalikan panggungku sendiri.Tapi panggung ini yang menuntun ke impian itu,dan jadi kenyataan pada waktunya .....
Jan 1th 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar