Senin, 22 Juni 2015

Akhir Kata...

“Bukan seberapa besar kita terlihat, tapi seberapa besar kita bermanfaat” (sa)
***
Kami dipertemukan di bulan juni. Kami tidak terlalu mengenal satu sama lain. Kami hanya tahu, dia orang yang baik, asik diajak bergaul dan sebagainya. Namun, soal bekerja dalam suatu tim? Mengemban suatu tugas dan tanggung jawab tertentu? Kami tak begitu paham satu sama lain. Kami sama-sama memulai. Kami sama-sama saling mempelajari. Bahkan kami saling mencaci seiring berjalannya waktu. Setiap momen yang kami lewati, terkadang melelahkan, untuk sebagian dari kami. Ada yang bersemangat di awal dengan begitu menggebu dan lama kelamaan redup dan menghilang entah kemana, ada yang di awal tak tahu menahu harus berbuat apa namun berusaha keras untuk beradaptasi menyesuaikan diri dan dapat dibilang berhasil menjadi adaptif, tak sedikit yang bekerja dan berkarya segenap hati hingga mengorbankan perasaan dan hati. Di sini, bukan bagaimana kami berkuasa, bukan bagaimana kami memiliki jabatan, bukan bagaimana kami memimpin bawahan-bawahan yang ada, tapi di sini, kami saling belajar. Belajar tak perlu di awal, dapat dilakukan di tengah proses. Terkadang, proses yang mengajarkan kami. Mendidik kami hingga menjadi seperti ini. Menyelesaikan apa yang direncanakan di awal, sesuai dengan tanggung jawab. 

Kegagalan? Tak perlu ditanya. Hal kecil saja banyak yang tidak dapat terealisasi. Namun, tekad kami mengubah menjadi keberhasilan pun terus ditempa,dan pada akhirnya, selesai. Jika mampu mengisahkan setiap kejadian yang kami, saya alami selama berada diantara mereka, mungkin tak akan cukup semalam, karena luar biasanya kami memulai sudah lebih dari seratus hari. 

Setahun sudah kami lewati, tak luput dari duka, suka, tangis, tawa, amarah, emosi dan semangat pastinya dialami oleh setiap dari kami. Sekarang, sampai pada suatu akhir yang melegakan. Tanggung jawab yang diemban diserahkan pada generasi berikutnya. Bukan berarti selesai. Karena berkarya tak pernah boleh berakhir. Yang boleh berakhir adalah sebuah masa, sebuah waktu, sebuah periode. Periode ini, 2014 hingga 2015 menyadarkan saya akan banyak nilai. Bahkan setiap hari yang dilewati dengan mereka tak cukup satu nilai yang saya bisa sebutkan di sini. Tetapi, yang pasti semua nilai yang diperoleh mengubah saya pada suatu titik di mana tanggung jawab, tugas, amanah dan komitmen harus dijalankan jika kita sudah memutuskan untuk menerimanya. 

Berhasil atau tidaknya, mudah atau sulitnya, waktu dan usaha yang akan berperan. Saya, berterima kasih telah menjadi suatu bagian kumpulan yang merupakan sebuah tim, dan kini saya sebut sebagai keluarga, yang bukan hanya mengajarkan, namun menjadi suatu wadah yang membentuk diri saya menjadi seseorang yang (semoga) bertanggung jawab. 

Akhirnya, saya menyelesaikannya. Saya ingat, ketika menerima tanggung jawab sebagai bagian dari Keluarga CAKAR HMPSIH, saya berpikir beberapa kali “Tepatkah ini?”. Dan, terlebih terkurang, ini pilihan yang insyaAllah tepat. Tidak ada yang sempurna, saya yakin. Kekurangan akan menjadi sesuatu yang dapat disyukuri apabila kita berusaha memperbaiki bahkan mengubahnya menjadi kelebihan.

Segala pengalaman, waktu yang digunakan bersama dan apapun yang pernah kita lalui, pasti akan menjadi sebuah kenangan yang berbentuk suatu karya, yang pada suatu hari nanti kita baru tersadar bahwa “Wah, kita pernah melalui ini semua, bersama”, “Dulu, kita hebat juga ya” atau bahkan “Tidak menyesal pernah bekerja dan berkarya bersama kalian semua”. Dan pada akhirnya kita saling mengucapkan terima kasih satu sama lain, mungkin tidak hari ini, tapi suatu saat nanti. 
Percayalah.

Namun, hari ini, bukan terima kasih yang kita saling ucapkan, namun satu kata puncak penutup untuk mengakhiri segalanya. Karena, ada awal pasti ada akhir. Ada kata “ngumpul” lalu ada kata “bubar”.


And he shouted “CAKAR HMPSIH 14/15!!!”
then We said “Bubar...Bubar...Bubaar!!!”






June, 22th 2015


RED

#NulisRandom2015 day 22 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar