“Bukan seberapa besar kita terlihat, tapi seberapa besar
kita bermanfaat” (sa)
Kami dipertemukan di bulan juni. Kami tidak terlalu mengenal satu
sama lain. Kami hanya tahu, dia orang yang baik, asik diajak bergaul dan
sebagainya. Namun, soal bekerja dalam suatu tim? Mengemban suatu tugas dan
tanggung jawab tertentu? Kami tak begitu paham satu sama lain. Kami sama-sama
memulai. Kami sama-sama saling mempelajari. Bahkan kami saling mencaci seiring
berjalannya waktu. Setiap momen yang kami lewati, terkadang melelahkan, untuk
sebagian dari kami. Ada yang bersemangat di awal dengan begitu menggebu dan
lama kelamaan redup dan menghilang entah kemana, ada yang di awal tak tahu
menahu harus berbuat apa namun berusaha keras untuk beradaptasi menyesuaikan
diri dan dapat dibilang berhasil menjadi adaptif, tak sedikit yang bekerja dan
berkarya segenap hati hingga mengorbankan perasaan dan hati. Di sini, bukan
bagaimana kami berkuasa, bukan bagaimana kami memiliki jabatan, bukan bagaimana
kami memimpin bawahan-bawahan yang ada, tapi di sini, kami saling belajar.
Belajar tak perlu di awal, dapat dilakukan di tengah proses. Terkadang, proses
yang mengajarkan kami. Mendidik kami hingga menjadi seperti ini. Menyelesaikan
apa yang direncanakan di awal, sesuai dengan tanggung jawab.
Kegagalan? Tak
perlu ditanya. Hal kecil saja banyak yang tidak dapat terealisasi. Namun, tekad
kami mengubah menjadi keberhasilan pun terus ditempa,dan pada akhirnya,
selesai. Jika mampu mengisahkan setiap kejadian yang kami, saya alami selama
berada diantara mereka, mungkin tak akan cukup semalam, karena luar biasanya
kami memulai sudah lebih dari seratus hari.
Setahun sudah kami lewati, tak
luput dari duka, suka, tangis, tawa, amarah, emosi dan semangat pastinya
dialami oleh setiap dari kami. Sekarang, sampai pada suatu akhir yang
melegakan. Tanggung jawab yang diemban diserahkan pada generasi berikutnya.
Bukan berarti selesai. Karena berkarya tak pernah boleh berakhir. Yang boleh
berakhir adalah sebuah masa, sebuah waktu, sebuah periode. Periode ini, 2014
hingga 2015 menyadarkan saya akan banyak nilai. Bahkan setiap hari yang
dilewati dengan mereka tak cukup satu nilai yang saya bisa sebutkan di sini.
Tetapi, yang pasti semua nilai yang diperoleh mengubah saya pada suatu titik di
mana tanggung jawab, tugas, amanah dan komitmen harus dijalankan jika kita
sudah memutuskan untuk menerimanya.
Berhasil atau tidaknya, mudah atau
sulitnya, waktu dan usaha yang akan berperan. Saya, berterima kasih telah
menjadi suatu bagian kumpulan yang merupakan sebuah tim, dan kini saya sebut
sebagai keluarga, yang bukan hanya mengajarkan, namun menjadi suatu wadah yang
membentuk diri saya menjadi seseorang yang (semoga) bertanggung jawab.
Akhirnya, saya menyelesaikannya. Saya ingat, ketika menerima tanggung jawab
sebagai bagian dari Keluarga CAKAR HMPSIH, saya berpikir beberapa kali “Tepatkah
ini?”. Dan, terlebih terkurang, ini pilihan yang insyaAllah tepat. Tidak ada
yang sempurna, saya yakin. Kekurangan akan menjadi sesuatu yang dapat disyukuri
apabila kita berusaha memperbaiki bahkan mengubahnya menjadi kelebihan.
Segala pengalaman, waktu yang digunakan bersama dan
apapun yang pernah kita lalui, pasti akan menjadi sebuah kenangan yang
berbentuk suatu karya, yang pada suatu hari nanti kita baru tersadar bahwa “Wah,
kita pernah melalui ini semua, bersama”, “Dulu, kita hebat juga ya” atau bahkan
“Tidak menyesal pernah bekerja dan berkarya bersama kalian semua”. Dan pada
akhirnya kita saling mengucapkan terima kasih satu sama lain, mungkin tidak
hari ini, tapi suatu saat nanti.
Percayalah.
Namun, hari ini, bukan terima kasih yang kita saling
ucapkan, namun satu kata puncak penutup untuk mengakhiri segalanya. Karena, ada
awal pasti ada akhir. Ada kata “ngumpul” lalu ada kata “bubar”.
And he shouted “CAKAR HMPSIH 14/15!!!”
then We said “Bubar...Bubar...Bubaar!!!”
June, 22th 2015
RED
#NulisRandom2015 day 22


Tidak ada komentar:
Posting Komentar