“Dan, ingat,
ketika kamu merasa beruntung, berarti doa ibumu didengar, oleh-Nya”
***
Ruangan ini sesak penuh orang. Bagai sejuta bahkan
miliaran orang berkumpul di satu tempat, seakan tidak ada tempat lain yang
dapat dituju. Aku juga satu dari orang-orang itu. Ini sudah kali ke berapa aku
datang ke tempat seperti ini. Terbersit ingin mengetahui bagaimana rupaku
apabila menghadapi hal seperti ini. Namun, aku dapat melihat diriku di wajah
orang lain. Wajah penuh harapan namun tergurat ketidaksanggupan dan kelelahan
yang mendera, tapi tidak ada pilihan lain, selain mencoba, berusaha dan mencoba
lagi. Ini hidup yang sesungguhnya. Bukan ketika aku selama 4 tahun bergulat di
dunia perkuliahan. Ternyata, itu bukan apa-apa. Kini perjuangan kian terpampang
jelas. Antara usaha dan doa berjalan seiringan. Keberuntungan? Entahlah.
Mungkin hanya segelintir yang dapat mengecap bagaimana rasa manisnya sebuah ‘keberuntungan’.
***
“Gimana, Nak...?”
“Udah aku apply kok, Bu ke beberapa perusahaan. Semoga
kali ini aku dapet panggilan.”
“Ya sudah...makan dulu, lalu istirahat. Seharian
ngeliling pasti capek toh?”
“Engga, Bu. Aku mau nyiapin CV untuk job fair hari minggu
nanti”
“Jangan dipaksain, kamu istirahat dulu.”
“Udah gak apa-apa Bu. Aku harus dapet kerjaan secepatnya.
Mau ditaro di mana muka aku di depan teman-teman yang udah kerja, kalo aku aja
masih nganggur sampai sekarang.”
“Nak, usaha memang harus giat, tapi jangan lalai untuk
jaga kesehatan. Kalau dipaksakan, nanti kamu sakit.”
“Kok malah didoain sakit sih Bu. Udah deh, aku mau
nyiapin CV dulu.”
Agung menuju kamar dan tidak menghiraukan Ibu yang
telah menyiapkan makan siang untuknya. Keinginan Agung untuk bekerja memang
tidak mungkin ditahan oleh Ibu. Ia bersyukur ketika Agung diberi
semangat dan tekad yang kuat untuk mencari pekerjaan. Namun, Ibu selalu terdiam
ketika Agung bahkan tidak mendengar permintaan sederhana Ibu.
Minggu pagi, Agung sudah bersiap untuk ke sebuah
auditorium bursa kerja. Ia memang selalu bersemangat, pada awalnya. Ketika
pulang ke rumah, wajah lesu selalu terlihat dan mulai mencemaskan Ibu.
“Bu, Agung berangkat dulu.”
“Iya, Gung. Kamu gak sarapan dulu?Ini udah disiapin. Biar
kamu gak lemes nanti”
“Ibu kayak gak tau Agung aja, aku gak suka sarapan Bu.
Udah ah, Bu. Keburu rame ntar”
“Tapi Gung...”
“Assalamualaikum”
Ibu hanya terdiam di depan pintu melihat Agung pergi.
Ia tertegun melihat anaknya yang walaupun sedang kesusahan namun tak pernah
mendengarkan ucapannya, sebagai Ibu.
***
“Saya denger, anaknya Bu Ani sudah kerja di perusahaan
kredit yang besar itu loh. Wah, dulu pas kuliah dia biasa aja loh. Sama tuh
kayak anaknya Bu Amna”
“Iya yah Bu. Padahal mereka rata-rata pas kuliah. Nah,
anak Bu Sari malah belum kerja sampai sekarang. Pas kuliah, pinternya minta
ampun. “
Agung yang baru pulang dari job fair mendengar percakapan
tetangga di sekitar rumahnya.
“Eh udah pulang, Gung?”
“Udah.”
Jawaban Agung singkat, dibarengi dengan wajahnya yang
kesal.
“Semoga kali ini lancar ya, Nak”
Agung tidak menjawab.
“Gung, usahamu insyaallah tak kurang, tapi ada yang
kurang Nak”
“Apa Bu? Apalagi Bu? Aku udah berusaha untuk dapetin
kerja, tolong Ibu ngertiin aku dulu, aku benar-benar capek”
“Kamu berdoa yang banyak. Minta sama Allah, usahamu gak
akan sia-sia, Nak”
Agung berlalu tanpa menjawab ucapan Ibunya.
Sudah kali ke berapa Agung tidak mengacuhkan ucapan
Ibunya. Ibu hanya bisa terduduk melihat Agung yang selalu tidak menghiraukannya.
***
“Ya Allah,
apapun rencana-Mu, aku ikhlas. Apapun hasilnya, jadikanlah anakku menjadi
seseorang yang lebih baik, lebih mengingat-Mu. Karena aku yakin Ya Allah,
Engkau tidak pernah menyia-nyiakan usaha hamba-Mu. Berikanlah yang terbaik
untuknya, Ya Allah. Amin”
***
“Atas nama Agung Henandar? Ini ada surat”
“ Oh iya, saya Pak...”
Jumat pagi ini cukup cerah. Agung mendapatkan sebuah
surat yang tak pernah ia bayangkan.
“Ibuuuuuu......”
“Kenapa teriak-teriak Gung pagi-pagi gini”
“Aku diterima Bu”
“Alhamdulillah, Nak...”
Tangisan Ibu kali ini bahagia. Agung memeluk Ibunya erat.
“Ini semua karena doa Ibu...Terima Kasih Bu...”
June 13th 2015
RED
#NulisRandom2015 day 13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar