“Merasa sakit
karena sebuah kenyataan akan lebih baik apabila merasakan tenang karena sebuah
kebohongan.”
***
Hari ini hari yang panjang. Dimulai dengan sebuah tekad,
tak akan mampu menghentikan lanngkah ini. Semua ini dilakukan karena satu
alasan, peduli. Ya, kami peduli. Menyiapkan segala skenario yang ada, baik yang
buruk maupun yang baik sekalipun, sudah kami bayangkan sebelumnya. Kami memang
tidak sempurna, bahkan tidak lebih baik. Namun, setidaknya, kami tidak hidup
dengan kebohongan. Kami, selama ini terbuai dengan peluh yang ia keluarkan,
keluh yang ia lontarkan, pengabdian yang ia berikan. Tapi, hal ini tidak bisa
maafkan. Melangkahkan kaki ke tempat tujuan, kami bersiap menerima ini semua.
Ini bukan hanya demi dia, namun demi beliau. Beliau yang mengamanatkan kepada
kami untuk saling menjaga, saling mendukung, saling ada untuk satu sama lain.
Prosesnya cepat, hasil yang kami terima memang sesuai dugaan. Kami nanar.
Pikiran berkecamuk. Badan sekujur ini lemas, padahal ini bukan soal kami.
Namun, kami ikut merasakannya.
Pertanyaan berkelabut menghampiri benak kami. Setega
inikah dia? Bisa-bisanya dia? Tapi kenapa? Haruskah dengan ini caranya? Apa
yang dilakukannya selama ini? Apa yang ia pikirkan? Sesulit inikah hidupnya? Ternyata,
dia pandai ber-drama. Dia seolah merasa paling menderita, namun ternyata
bertahun-tahun lamanya, ia lebih menderitakan mereka. Bahkan kami yang tak ada
sangkut pautnya.
***
“Ya Tuhan...aku berantakan sekali hari ini. Pikiranku
kacau. Walau bukan aku, namun aku peduli padanya. Tapi, kebohongan ini bagai
menyayat hati. Benar-benar menyayat hati. Aku saja sampai selemas ini,
bagaimana ia, Tuhan. Kuatkan beliau, Tuhan. Karena tak ada yang lebih kuat dan
mampu menguatkan dibanding- Mu, Tuhan... Kuatkan... Maafkan, aku, ia, kami
semua, bahkan kami terlalu sibuk dengan hidup kami. Ampuni semua kebohongannya,
ini bagai hukuman bagi kami. “
...for the
first time in my life, i’m writing while i’m crying...and then i’m praying...
Dear Allah, give me strength, give us strength. Forgive all of our sins...
June, 11th 2015
RED
#NulisRandom2015 day 11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar