“and no one’s
care, there’s no one there.”
***
Bagai mantra yang menyulapku untuk hidup dengan
ketidakpercayaan.
Benar adanya, bahwa mempercayaimu, menantimu bagai tak ada
arti karena kamu pun tak kunjung kembali.
Dalam waktu sehari saja kita berubah,
tak saling bertegur sapa, bahkan tak saling mengenal, mungkin. Kini langkah ini
terasa mantap.
Meninggalkan semua dan kuharap tak akan lagi ada sisa.
Tak peduli
kalimat ini dibaca olehmu atau tidak, tapi kini aku yakin di sana kamu
benar-benar sudah baik-baik saja.
Buktinya, sapaanku tak kunjung kamu hiraukan.
Padahal aku ingat betul, kamu tidak pernah melupakanku.
Di satu sisi aku rindu,
di sisi lain aku bersyukur.
Bersyukur karena ternyata kamu telah berhasil lupa
tentang semuanya.
Terima kasih sudah mampir dan singgah sejenak lalu tak
tinggal.
Benar adanya, ketika kita sibuk memikirkan seseorang, menerka sedang
apa dia, apakah dia masih terluka karena kesalahan kita pada waktu lampau, kita
juga mesti ingat, apakah dia memikirkan kita?
Apakah dia masih terluka karena
kita?
Jangan terlalu lama tenggelam pada satu perasaan, kawan.
Berdiri tegak, karena ia hanya masa lalu.
Kalau kamu masih menunggu ia hingga
kini, waktumu terbuang percuma sungguh. Ia peduli ketika ia ingin.
Tapi jika
sampai sekarang tak kunjung muncul? Ia tak akan lagi peduli, bahkan tak lagi
ingat.
June, 17th 2015
RED
#NulisRandom2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar