***
“Aku bisa bilang apa?
Ketika kutengadah, menatap ke langit
Rupa-rupanya sang raja cahaya hari ini
Begitu luar biasa
Ia dengan gagah berani menembus langit biru
Menyusup di antara kokohnya pepohonan
Selain menatapnya, aku hanya bisa mengeluh
Setiap kesalahan yang telah terbuat
Lalu aku harus apa?
Tiba-tiba langit itu berbisik
“Mulailah. Berbuatlah. Selesaikanlah. Jagalah”
Ah, itu bukan langit yang berbisik!
Tapi, ada satu sinar yang sembunyi diam-diam
Iya! Ada satu, satu yang selalu mengiringiku.
Bukan langit yang selama ini bercakap padaku.
Itu ternyata...Pikiranku?
Benar! Pikiranku yang mengatakan semuanya mungkin
Apa yang tidak mungkin?
Selagi Illahi yang mengikhlasi
Selagi ada ikhtiar di setiap hari
Tetap saja, langit saja diam
Bagaimana bisa aku berpikiran langit berbisik?
Sedang langit saja diam
......
......
Aku masih berdiri di bawah pepohonan ini
Berharap akan ada energi baru untuk kubawa pulang
Kembali untuk memperjuangkan
diri
Menyelesaikan apa yang telah dimulai
Dan ternyata,
Pikiran ini membumbung tinggi di langit
Ia menjaganya agar tetap di sini
Memastikan setiap mimpi akan berusaha diraih
Terima kasih kepada langit
Bisikan tersembunyi itu menjelma energi
Walau sebenarnya, ia tetap saja diam."
(Tulisan ini tertuang di tengah rumitnya skripsi,
sulitnya kesulitan untuk dilalui, kerasnya kemalasan melawan keinginan menyelesaikan
perjuangan ini.Tapi yakinlah, bagi siapapun yang sedang berada di posisi yang
seperti ini, akan ada buah yang akan kita petik, masih akan ada perjalanan
panjang yang harus dilewati daripada ini. Ini bukan apa-apa. Asal kan kamu
percaya, berusaha, lalu berdoa. Maka Allah, akan menunjukkan perannya, sebagai Sang
Pemberi Keputusan Terbaik, Sang Maha Adil)
***
September 3rd 2015
RED
Tidak ada komentar:
Posting Komentar