Minggu, 06 September 2015

Teruslah Bernyanyi, Agni !

“Selalu tersenyum, bersenandung, walau sakit terkadang mengkungkung. Ia tak lantas berhenti bernyanyi, karena itulah yang diingini. Mereka tak takut untuk bermimpi, karena itulah mereka, tak lantas berputus asa.”
***


Akhir pekan ini aku melewati dengan cara yang berbeda. Tidak sekedar berhura-hura, bergembira karena sedang berakhir pekan, atau bermalas-malasan. Seorang sahabat yang hebat mengajakku ke suatu tempat yang tak terpikirkan olehku untuk berkunjung kesana. Tempat itu sebuah rumah, rumah sederhana di sebuah jalan kecil, di terasnya dihiaskan oleh tanaman yang sejuk, pepohonan dan pagar pendek yang menyambut kedatangan kami. Kedatangan kami bagai berkunjung ke sebuah rumah seorang kawan, seorang sahabat bahkan seperti ke rumah keluarga yang bagai lama tak berjumpa. Mereka menyalami kami, tersenyum dan wajah mereka mengguratkan kegembiraan, keriangan, bahkan aku sempat lupa, ini tempat apa. Yang aku tahu, akhir pekan ini aku hendak pergi bermain, berkumpul teman-teman kecil yang sedikit pun tak menampakkan wajah sendu.

***

Seperti yang kubayangkan, rumahnya menyenangkan, terlebih teman-teman di sini. Mereka bersenda gurau, saling bertukar cerita, sedang anak-anaknya terkadang menangis, terlihat nampak lelah lalu ditidurkan di pangkuan mereka. Aku terdiam sejenak ketika melihat banyak ibu-ibu muda yang menghadapi hal seperti ini. Mereka datang dari berbagai pelosok daerah. Ibu pengurus di sini pun bercerita, rumah ini banyak dikunjungi ketika mereka telah selesai melakukan kemoterapi. Lalu seorang bocah laki-laki menyeletuk, mengatakan jika itu bukan kemoterapi, tapi perawatan, hanya perawatan. Sejenak kami tawa kami tergelak. Lalu, ada pula seorang ibu yang bercerita kalau kesulitan mereka bukan di saat tidak punya uang, namun di saat obat yang mereka butuhkan tidak tersedia. Itu yang membuat keadaan semakin sulit. Nafsu makan yang turun naik, anak balita, anak-anak seperti ini yang harusnya bermain dengan bebasnya, lemas karena obat yang mereka butuhkan tidak ada. Tapi, kekuatan yang mereka peroleh di sini ketika berkumpul, itulah yang membuat mereka bertahan. Ada pula yang bercerita, biasanya ada seorang anak yang selalu riang, selalu gembira, namun karena salah seorang temannya yang pergi meninggalkan selamanya, ia berubah murung. Ya, benar adanya. Kekuatan ini bisa muncul dari mana saja.
Ada seorang anak yang menarik perhatian. Ia sungguh menggemaskan. Ia menghampiri kami tanpa rasa malu. Dengan rasa percaya diri, ia memperkenalkan dirinya.

“Namanya siapa?”

“Nama aku Agni..”

“Nama panjangnya siapa?”

“Dwi Agni Almira...”

“Wah, namanya cantik ya... Umur Agni berapa?”

“6 tahun...”

“Agni udah bisa berhitung belum?”

“Udah Kak...”

“Kalau baca udah bisa?”

“Udah Kak...Agni bisa baca braile kok...”

Aku lalu terdiam. Mukanya manis, hidungnya mancung, suaranya pun tenang dan menggemaskan. Ia berbicara dengan lantang, seakan kesulitan bukan menjadi halanngan baginya.

“Oh iya, hobi Agni apa? Agni bisa nyanyi gak?”

“Bisa, Kak...”

Seketika, Agni mengambil posisi yang menarik perhatian kami semua. Ia berdiri dan bernyanyi di tengah kami. Dengan suara lantang, suaranya jernih terdengar. Tidak cukup satu lagu, dua lagu hingga lagu ketiga, Agni dengan setia menghibur kami. Terbalik memang. Seharusnya, kami yang menghibur mereka di sini. Namun, melihat semangat mereka, semangat Agni, kami, aku tersadar bahwa apapun yang kita hadapi, seberat apapun yang menghalangi, sesulit apapun kesulitan yang tak dapat dilewati, selalu bahagia, selalu membahagiakan, karena di balik itu semua tersimpan suatu kekuatan, suatu harapan. Karena, hidup itu harus seimbang. Setiap orang punya kesulitan, dan pasti ada kebahagiaan yang terselip di antaranya. Kita hanya perlu mencari, dan mengekplorasi. Seperti Agni yang tak pernah lelah bernyanyi. Dengan suara jernihnya, kami percaya Agni tak akan lantas berhenti bernyanyi. Ia akan terus bernyanyi, atau apapun itu yang ingin ia raih, aku percaya Agni akan meraihnya. Dari raut wajahnya, Agni bercahaya, Agni pasti bisa melaluinya.

Semoga Agni dan teman-teman lainnya yang sedang berjuang untuk meraih kehidupan dan kebahagiaan yang sesungguhnya segera diberi kesembuhan, tetap diberi kekuatan, selalu berpegang pada harapan, dan aku yakin Tuhan tak akan pernah diam. Cepat sembuh, teman-teman kecil nan menggemaskan!

“They dare to have dreams, what are we afraid of?” –Yayasan Kasih Anak Kanker Bandung , 5 Septermber 2015-



6th September 2015




RED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar