“...Karena menunggumu bukan perkara bagiku. Karena
mengharapkanmu bukan sakit bagiku. Maka,
jangan tanyakan padaku seberapa besar rasa itu. Karena rasa itu tak berbilang
bagiku. Karena hanya satu nama bagiku, sampai kapanpun.”
“Berikan satu kesempatan lagi untukku, agar
semua terasa jelas, tak hilang begitu saja tanpa bekas. Bahwa sepenggal kisah
ini pernah menjadi bagian sebuah kebahagiaan dan sepanjang hayat akan selalu
kusimpan.”