Rabu, 18 November 2015

Huruf Keempat

“...Karena menunggumu bukan perkara bagiku. Karena mengharapkanmu  bukan sakit bagiku. Maka, jangan tanyakan padaku seberapa besar rasa itu. Karena rasa itu tak berbilang bagiku. Karena hanya satu nama bagiku, sampai kapanpun.”

***

Sabtu, 14 November 2015

Tatapan Tanpa Suara

 “Berikan satu kesempatan lagi untukku, agar semua terasa jelas, tak hilang begitu saja tanpa bekas. Bahwa sepenggal kisah ini pernah menjadi bagian sebuah kebahagiaan dan sepanjang hayat akan selalu kusimpan.”

***

Jumat, 13 November 2015

Alas Kaki

“Ini surat terakhir.
Sebelum akhirnya aku benar-benar berhenti mendoakanmu untuk bahagia.
Aku tidak ingin kejam padamu.
Tapi setidaknya, aku tidak ingin menyiksa diriku .
Mendoakanmu berarti melepaskanmu.
Melepaskanmu berarti berjalan maju.
Ini tulisan terakhirku tentang segalanya darimu.
Maka aku akan bersegera pergi.

Benar-benar menjauh, bersama alas kakiku. “
***