Teruntuk Setiap yang Patah lalu Ditumbuhkan dan Setiap
yang Hilang lalu Digantikan...
Ada banyak ciptaan Allah yang tak terhitung yang telah
membahagiakanku, dan pasti kita semua. Ada banyak bentuk nikmat Allah yang tak
bisa kita lupakan bahkan ukurannya yang sekecil apapun. Ada banyak yang terlupa
padahal hal itu yang membahagiakan. Toh, kehidupan diciptakan Allah untuk
mencapai kebahagiaan yang hakiki, dunia maupun akhirat.
Surat ini bukan tentang “berceramah” atau “berdakwah”. Surat
ini kutuliskan tentang semua kesadaran yang terlambat dan pelajaran yang mulai
kuingat. Aku pun jauh dari mampu dalam hal ilmu. Aku hanya ingin menuliskan
segala nikmat dan ujian yang jika keduanya disyukuri dan diamini, ternyata
rasanya tidak sakit, tidak terbeban. Kadang letih di tengah atau bahkan di
akhir terasa pedih. Tetapi, setelah waktu berlalu, Allah begitu apik
menyembuhkan dan menggantikannya lebih indah. Sama halnya setiap air mata
keputusasaan, Allah gantikan yang lebih bermakna. Dan memang, terlalu banyak
yang tak sempat kusyukuri dan berbalik malah mengeluh dan menyesal.
Ada banyak kesempatan yang diberikan Allah untuk lebih
dekat kepada-Nya, tetapi aku lalai. Ada banyak kesempatan untuk meminta
ampunan, tetapi aku terlalu lupa diri. Aku terlalu meragu pada diri sendiri
karena dangkal ilmu, dangkal akhlakku. Untuk menuju bahagia, ternyata
dipermudah Allah. Cukup menjadi manusia yang bersyukur. Terhadap apapun itu.
Teruntuk Allah yang selalu mendengarkan doaku, harapanku,
keluhku, yang selalu dan tak pernah berhenti mengajariku apa artinya berusaha
dan mencapainya, yang menungguku sampai akhir dan tak pernah berhenti
membahagiakanku...Terima Kasih atas Segala Nikmat dan Pelajaran Hidup ini...Aku
hanya Hamba-Mu yang terlalu angkuh dan lalai dalam mencapai surgamu. Ampunilah
segala dosaku, Ya Allah...Semoga aku mampu memperbaiki diri dan berubah menjadi
manusia yang lebih dan lebih bersyukur. Dan selalu bersyukur pada-Mu. Amin.
Dari
Dina
@redinasyafril
Tidak ada komentar:
Posting Komentar