Selasa, 02 Februari 2016

Jumpa di Mimpi

Teruntuk Kamu yang Selalu Berjumpa di Mimpi...

Apakah kamu tahu ? Aku telah berjanji pada diriku  sendiri bahwa aku tidak akan kembali ke masa lalu. Aku bahkan telah genap lupa tentangmu, lupa wajahmu, bahkan lupa bahwa kamu pernah ada dalam hidupku. Memang, tak ada yang spesial yang bisa kuingat darimu. Mengingat kita pun tidak pernah bertemu lagi di kehidupan nyata selama sewindu.

Dan bagian terlucunya adalah wajahmu secara jelas dapat tergambar dalam mimpi di setiap tidurku. Memang tidak setiap hari kamu muncul, tapi ketika sesekali kamu hadir di mimpiku dan lebih lucunya kita bercakap seakan memang akrab, sedang di kehidupan nyata sekali saja tidak pernah bertemu lagi.

Kata orang, mimpi itu bisa muncul dan diperankan oleh orang-orang yang tak terduga karena kejadian di hari itu, entah bertemu dengan siapa dan bisa saja orang itu muncul di mimpi kita. Tapi kamu? Kenapa kamu? Aku bahkan sudah tidak memikirkanmu. Ataupun bertemu denganmu. Mustahil, kan?  Dan atas dasar apa aku memikirkanmu?  Itu yang tidak dapat kujawab setiap kamu hadir di mimpiku.

Ketika bangun tadi pagi, aku seperti orang kebingungan. Seakan pertemuan, percakapan dan wujudmu yang sedang berbicara di hadapanku seperti nyata, seperti benar-benar terjadi. Aku tertawa kecil ketika terbangun. “Nah loh, kenapa ada kamu lagi sih di mimpiku?” Itu yang kuucapkan tadi pagi.

Tapi, ya...tak mengapa bagiku. Aku merasa tak ada salahnya kamu muncul begitu saja tanpa permisi di mimpiku. Namun, kehadiranmu seakan menjadi pertanyaan yang malah sulit untuk kujawab. Karena aku tak mampu membedakan  mana yang nyata dan mana yang fana. Aku linglung sendiri karena kita yang sudah lama tak berjumpa tetapi ingatanku terhadapmu begitu kuat.

Dan kamu tahu tidak? Aku bahkan sempat menasehati seorang sahabat yang mengalami hal sepertiku juga. Konyolnya, aku memberi wejangan seperti ini “Mungkin sebelum tidur, kamu lupa untuk membaca doa dan meminta kepada Tuhan untuk melupakannya dari ingatanmu. Maka, ia yang tak ingin lagi kau ingat tak akan kamu jumpai lagi di mimpimu.”

Ya, mungkin aku lupa tadi malam untuk berdoa seperti itu. Dan nanti malam, akan kusematkan untaian kalimat itu. Tapi entah kenapa aku tidak ingin melupakan siapapun. Mungkin aku akan berdoa seperti ini “Ya Tuhan...berikan aku kekuatan untuk tidak mengingat dia lagi, tak perlu lupa tetapi tolong bantu aku untuk tidak ingat dia lagi dan aku tak perlu berjumpa dengannya di dalam mimpiku. Mungkin akan lebih baik berjumpa di dunia nyata, daripada aku berjumpa di dalam mimpi. Karena lama-lama mimpi itu berubah menjadi misteri.”

Teruntuk Kamu yang tak pernah kutemui selama sewindu ini, lain waktu berjumpalah denganku di dunia nyata, bukan di dunia tidur. Berhentilah menjadi bunga tidurku, tetapi tenang...aku tidak meminta bunga betulan darimu. Karena kita sudah sepakat untuk menjadi teman. Sewaktu-waktu ketika kamu membaca surat ini, semoga perjumpaan kita dapat terwujud ya, Teman .J

Dari Seorang Teman yang Selalu Berjumpa Dengamu di Dalam Mimpi


RED

@redinasyafril 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar