Rabu, 14 September 2016

Memulai Kembali

“Terkadang untuk memulai kembali, kita hanya perlu satu alasan. Dan yang paling sederhana adalah  ‘hanya dengan mulai kembali maka kita tahu bagaimana akhirnya.”
***


Ketika pikiran mulai berantakan bagai kepingan puzzle yang tak pernah terpecahkan bagaimana bentuk akhirnya, mungkin keadaan ini yang bisa saja aku, kamu atau mereka rasakan sekarang. Entah apapun itu keadaanya. Hingga saya menulisan tulisan ini (ini bukan curhatan, hanya sekedar ‘sesuatu’ yang ingin dibagikan), saya tidak tahu kenapa tulisan ini ada. Untuk apa saya menulis ini dan bagaimana tulisan ini akan selesai di halaman terakhir. Ya. Saya hanya ingin menulis. Setelah beberapa lama tidak menulis, saya rindu menggerakkan jari jemari ini untuk sedikit produktif, membiarkan otak saya bekerja sedikit. Agar tidak terlalu dalam keadaan hibernasi.

Mungkin sebagian teman memiliki situasi atau keadaan yang sama persis atau bahkan lebih parah dari saya. Seperti biasa, saya tidak akan menuliskan secara detail apa yang saya alami, apa saya rasakan, atau apa keadaan yang sedang saya hadapi. Intinya begini, ketika sudah kesana kemari, berusaha ini-itu, merasa kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi, begitulah keadaan yang saya alami akhir-akhir ini.

Memang benar, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Hingga harus merasakan berbagai pengalaman yang membutuhkan ketegaran, ketabahan dan kekuatan yang cukup untuk menghadapi keadaan yang tidak sesuai ekspektasi tadi.

Sudah mensugesti dan “memerintah” diri untuk tidak menyerah dan tetap menyemangati diri, tapi hasilnya malah makin buruk. Maka, pada saat itu ramuan ketegaran, ketabahan dan kekuatan tidak ampuh sama sekali. Ibarat imunitas tubuh yang malah makin lemah sehingga mudah terserang penyakit. Setelah digerogoti penyakit, seharusnya sadar akan penyebabnya. Tapi membiarkan diri sejenak agar tubuh ini mengingat rasa sakitnya karena berpikir dengan membiarkan rasa sakit itu menjalar, maka daya tanggap tubuh terhadap penyebab spele itu bisa diingat tubuh.

Setelah saya membawa anda dalam sebuah tulisan yang bercerita tentang ekspektasi, kenyataan, penyakit dan sebagainya, kini yang saya butuhkan hanya alasan. Satu saja. Dua orang teman dapat membaca situasi yang sedang saya alami, hingga  pada akhirnya terlontar berbagai nasihat, wejangan dan motivational quotes. Hari ini terlewati, saya hanya butuh satu. Satu alasan itu. Tapi apa ?

Untuk setiap yang membaca tulisan ini, mungkin mengalami rasa yang sama walaupun keadaan yang berbeda, saya ingin berbagi sedikit jawaban yang saya dapatkan setelah berjalan di sekitar komplek rumah. (udara segar adalah teman terbaik saya sekarang!)

Bagaimana akhirnya? Apa yang akan terjadi?


Untuk menjawab bagaimana akhirnya, saya hanya perlu kembali ke titik awal. Mengingat kelemahan yang sudah saya buat di masa lalu. Membenarkan sedikit demi sedikit kekurangan yang sudah terjadi. Maka, memulai kembali hanya satu-satunya cara. Entah cara yang dulu adalah sebuah kesalahan, maka yang dibutuhkan hanya perbaikan. Dari awal kembali. Karena pikiran dan tubuh kita mengingat semua rasa sakit yang pernah kita alami. Kali ini, mulai kembali, lakukan lagi!



RED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar