“Terkadang untuk memulai kembali, kita hanya perlu satu alasan.
Dan yang paling sederhana adalah ‘hanya
dengan mulai kembali maka kita tahu bagaimana akhirnya.”
***
Ketika pikiran mulai berantakan bagai kepingan puzzle
yang tak pernah terpecahkan bagaimana bentuk akhirnya, mungkin keadaan ini yang
bisa saja aku, kamu atau mereka rasakan sekarang. Entah apapun itu keadaanya. Hingga
saya menulisan tulisan ini (ini bukan curhatan, hanya sekedar ‘sesuatu’ yang
ingin dibagikan), saya tidak tahu kenapa tulisan ini ada. Untuk apa saya menulis
ini dan bagaimana tulisan ini akan selesai di halaman terakhir. Ya. Saya hanya
ingin menulis. Setelah beberapa lama tidak menulis, saya rindu menggerakkan
jari jemari ini untuk sedikit produktif, membiarkan otak saya bekerja sedikit.
Agar tidak terlalu dalam keadaan hibernasi.
Mungkin sebagian teman memiliki situasi atau keadaan yang
sama persis atau bahkan lebih parah dari saya. Seperti biasa, saya tidak akan
menuliskan secara detail apa yang saya alami, apa saya rasakan, atau apa
keadaan yang sedang saya hadapi. Intinya begini, ketika sudah kesana kemari,
berusaha ini-itu, merasa kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi, begitulah
keadaan yang saya alami akhir-akhir ini.
Memang benar, pengalaman adalah guru yang paling
berharga. Hingga harus merasakan berbagai pengalaman yang membutuhkan
ketegaran, ketabahan dan kekuatan yang cukup untuk menghadapi keadaan yang
tidak sesuai ekspektasi tadi.
Sudah mensugesti dan “memerintah” diri untuk tidak
menyerah dan tetap menyemangati diri, tapi hasilnya malah makin buruk. Maka,
pada saat itu ramuan ketegaran, ketabahan dan kekuatan tidak ampuh sama sekali.
Ibarat imunitas tubuh yang malah makin lemah sehingga mudah terserang penyakit.
Setelah digerogoti penyakit, seharusnya sadar akan penyebabnya. Tapi membiarkan
diri sejenak agar tubuh ini mengingat rasa sakitnya karena berpikir dengan
membiarkan rasa sakit itu menjalar, maka daya tanggap tubuh terhadap penyebab
spele itu bisa diingat tubuh.
Setelah saya membawa anda dalam sebuah tulisan yang
bercerita tentang ekspektasi, kenyataan, penyakit dan sebagainya, kini yang
saya butuhkan hanya alasan. Satu saja. Dua orang teman dapat membaca situasi
yang sedang saya alami, hingga pada
akhirnya terlontar berbagai nasihat, wejangan dan motivational quotes. Hari ini terlewati, saya hanya butuh satu.
Satu alasan itu. Tapi apa ?
Untuk setiap yang membaca tulisan ini, mungkin mengalami
rasa yang sama walaupun keadaan yang berbeda, saya ingin berbagi sedikit
jawaban yang saya dapatkan setelah berjalan di sekitar komplek rumah. (udara
segar adalah teman terbaik saya sekarang!)
Bagaimana akhirnya? Apa yang akan terjadi?
Untuk menjawab bagaimana akhirnya, saya hanya perlu
kembali ke titik awal. Mengingat kelemahan yang sudah saya buat di masa lalu.
Membenarkan sedikit demi sedikit kekurangan yang sudah terjadi. Maka, memulai
kembali hanya satu-satunya cara. Entah cara yang dulu adalah sebuah kesalahan,
maka yang dibutuhkan hanya perbaikan. Dari awal kembali. Karena pikiran dan
tubuh kita mengingat semua rasa sakit yang pernah kita alami. Kali ini, mulai
kembali, lakukan lagi!
RED
Tidak ada komentar:
Posting Komentar