Rabu, 19 Oktober 2016

Aromanis

Bahagia itu diumpamakan dengan sesuatu yang manis. Setelah terasa senang di awal lalu lama kelamaan manisnya hilang, mulai hambar, makin datar hingga pada akhirnya menjadi kenangan dan mulai membuyar.
***
Kinar, Erik dan Riyo dipertemukan dalam waktu yang tak pernah mereka harapkan. Kinar menyukai Erik sejak mereka kecil, begitu juga dengan Erik. Kinar pun tetap menyukai Erik walaupun ia tidak pernah bertemu dan berbicara langsung dengan Erik selama 8 tahun. Erik yang pernah menyukai Kinar, lambat laun melupakan rasa suka itu dan menganggap mereka masih menjadi teman. Namun Erik muncul di kehidupan Kinar setelah bertahun-tahun dan menganggap bahwa Kinar tidak akan mengungkit masa lalu mereka.

Riyo yang juga satu sekolah dengan Kinar dan Erik sejak TK juga menyimpan perasaan suka kepada Kinar. Riyo tak pernah berhenti berusaha membuat Kinar menyukainya meskipun Kinar sudah mengatakan kalau Kinar hanya ingin bersahabat dengan Riyo. Perasaan yang mereka pendam masing-masing pada akhirnya berubah drastis. Selain penyesalan yang mereka dapatkan, ternyata ada bentuk perasaan yang pada akhirnya mereka sadari, setelah bertahun-tahun.


Sebuah kisah yang melibatkan tiga perasaan dari tiga manusia remaja yang pada akhirnya mendewasakan mereka bertiga. Setelah bertahun-tahun, ketika pertemuan sebagai teman sekolah hingga berujung menjadi teman selamanya padahal mereka sibuk berusaha menyimpan perasaan masing-masing. Pada akhirnya, mengikhlaskan kebahagiaan adalah salah satu cara untuk menjawab semua perasaan itu.

 Kisah ini akan dibagi ke dalam tiga sudut pandang yang berbeda. Maka kisah ini akan disajikan dan dipublikasikan ke dalam 3 post yang berbeda. Bisa dibilang, cerita bersambung.

Terinspirasi dari kisah nyata. Sudah lama ingin menceritakan kisah ini, tapi waktu yang belum tepat ternyata tak kunjung datang. Dan kini saatnya kisah ini dibagikan. Kepada siapa saja yang pernah merasakannya, pernah mengalaminya, dan hingga nanti masih mengenangnya. Terima Kasih seseorang yang sudah menginspriasi kisah ini. 


Selamat Membaca ...



 With Love,



Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar