Senin, 27 April 2020

Tentang Pergi Setelah Usai


“Tak mengapa dia masih disana. Tak peduli apa yang akan dilakukan setelahnya. Namun, semua butuh ruang untuk tetap bahagia dan hidup tenang.”
*

Kupandangi dirinya jauh.

Iya.
Sejauh jika aku memandang dari tempat ini, menembus ke sela-sela terik saat kita tak menyebrangi jembatan hidup yang sama.

Kuminta Tuhan untuk membantu melupakannya.
Iya.
Tuhan ternyata sungguh bijak meletakkan pada alur hidup yang terasa lelah namun indah.

Setiap hari dengan keadaan terjaga, masih terbayang apa yang biasa dibincangkan.
Apa kebiasaannya dan segala lain tentangnya.
Saat hendak lelap pun begitu.
Membayangkan.
Mengenang.
Menjadi sebuah perputaran berbulan-bulan.

Setiap malam tak ada lagi bertukar kabar.
Bertukar semangat telah bertahan pada  penghujung hari.
Ketidakmungkinan itu membentuk rasa membiarkan.
Membiarkan segala agar terbiasa.
Sampai ada rasa ingin membenci dan merindunya pada satu waktu.

Lelah memang.

Pada hari lain seketika berjanji pada diri.
Hendak berjuang menaklukan perasaan yang seharusnya tidak makin bertumbuh.

Ia tak akan kembali.

Diteriakkannya hingga pekak hatinya.

Ia sudah pergi!

Makin bertukar hari, tak ada lagi rasa yang disebut rindu.
Hanya sebongkah tanya perihal apa salah saya? Apa sebab semua ini? Kenapa terjadi begini? Dimana letak kelirunya?
Seiring itu, menerka dalam pikiran sendiri adalah upaya terakhir untuk menjawab setiap kalimat tanya.

Hingga pada suatu ketika.
Panas terik kembali bersinar gagah.
Sebuah keajaiban itu disyukuri bagai suatu yang megah.
Ia tak takut lagi  menghadapi kehadirannya yang masih nyata.
Dicoba untuk tetap menyapa, tanpa mengungkap segala.
Rasa yang telah susah payah dipendam dalam.
Melihatnya kini sudah biasa.
Dia tak lagi menyalahkan diri.
Dia kini menenangkan diri.
Membenci tak perlu begitu.
Membenci tak perlu membuang dia jauh-jauh dari hidupmu.
Ia hanya ingin hidup, lirihnya.
Ia hanya ingin memaafkan.
Ia hanya ingin dimaafkan.

Akhir bahagia, desahnya.
Walau tak ada yang kembali setelah usai.
Tapi ia telah kembali pada dirinya sendiri dengan damai.***

red                                                        
27042020 #4


Tidak ada komentar:

Posting Komentar