“Tak mengapa dia masih disana. Tak
peduli apa yang akan dilakukan setelahnya. Namun, semua butuh ruang untuk tetap
bahagia dan hidup tenang.”
*
Kupandangi dirinya jauh.
Iya.
Sejauh jika aku memandang dari tempat
ini, menembus ke sela-sela terik saat kita tak menyebrangi jembatan hidup yang
sama.
Kuminta Tuhan untuk membantu
melupakannya.
Iya.
Tuhan ternyata sungguh bijak
meletakkan pada alur hidup yang terasa lelah namun indah.
Setiap hari dengan keadaan terjaga,
masih terbayang apa yang biasa dibincangkan.
Apa kebiasaannya dan segala lain
tentangnya.
Saat hendak lelap pun begitu.
Membayangkan.
Mengenang.
Menjadi sebuah perputaran
berbulan-bulan.
Setiap malam tak ada lagi bertukar
kabar.
Bertukar semangat telah bertahan pada
penghujung hari.
Ketidakmungkinan itu membentuk rasa
membiarkan.
Membiarkan segala agar terbiasa.
Sampai ada rasa ingin membenci dan
merindunya pada satu waktu.
Lelah memang.
Pada hari lain seketika berjanji pada
diri.
Hendak berjuang menaklukan perasaan yang
seharusnya tidak makin bertumbuh.
Ia tak akan kembali.
Diteriakkannya hingga pekak hatinya.
Ia sudah pergi!
Makin bertukar hari, tak ada lagi
rasa yang disebut rindu.
Hanya sebongkah tanya perihal apa
salah saya? Apa sebab semua ini? Kenapa terjadi begini? Dimana letak kelirunya?
Seiring itu, menerka dalam pikiran sendiri
adalah upaya terakhir untuk menjawab setiap kalimat tanya.
Hingga pada suatu ketika.
Panas terik kembali bersinar gagah.
Sebuah keajaiban itu disyukuri bagai
suatu yang megah.
Ia tak takut lagi menghadapi kehadirannya yang masih nyata.
Dicoba untuk tetap menyapa, tanpa
mengungkap segala.
Rasa yang telah susah payah dipendam
dalam.
Melihatnya kini sudah biasa.
Dia tak lagi menyalahkan diri.
Dia kini menenangkan diri.
Membenci tak perlu begitu.
Membenci tak perlu membuang dia
jauh-jauh dari hidupmu.
Ia hanya ingin hidup, lirihnya.
Ia hanya ingin memaafkan.
Ia hanya ingin dimaafkan.
Akhir bahagia, desahnya.
Walau tak ada yang kembali setelah usai.
Tapi ia telah kembali pada dirinya sendiri dengan damai.***
red
27042020 #4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar