“Melewati perputaran malam dengan
memendam. Apa yang sedang kita bicarakan? Sebuah diam? Sebuah bungkam? ”
*
Malam masih berputar pada yang lalu.
Kiranya semua terlupa begitu saja.
Pagar berisik, kenangan terusik.
Pukul dua pagi tersentak akan sebuah ingin yang berbisik.
Mematikan semua cahaya.
Ia bawa sesak nafasnya berirama.
Menggemakan kata-kata:
“Benci semua tentangnya.”
Bagai dibangunkan oleh mimpi.
Saat pada suatu pagi.
Dia ingin berlari kembali.
Menjejalkan setiap tapak yang pernah
terlewati.
Tanpa peduli semua sakit dan harga
diri.
Seakan seperti balita yang ingin
kembali bermain lagi.
Ia naiki sebuah roda besar yang akan
mengajaknya berputar.
Mengelilingi tanpa tahu akan
bagaimana mengakhiri.
Dia berputar, lalu berputar.
Hingga pada di puncak perputaran.
Ia tersadar.
Ia hanya tak sanggup mengakhiri.
Ia hanya ingin tahu sesakit apa sakit
ini.
Ia hanya ingin mencari.
Hingga ia tak lagi dicari.
Oleh sebuah sesal, yang selalu menghakimi.
red
28042020 #5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar