Jumat, 08 Mei 2020

Tentang Arah Yang Salah

“Mengutuk waktu, bertanya pada aku yang dulu. Mengapa harus dilalui segala yang disesali. Pada sebuah arah, ia jawab pada aku yang dulu bahwa kau tidak akan sampai di sini, jika kau pilih arah yang dikira benar.”
*

Berhenti menggertak hati bahwa kau salah.
Berhenti menghina pikiran bahwa tak becus memutuskan pilihan.

Kau hanya perlu melanjutkan.
Kau tidak perlu sibuk memberitahukan dunia bahwa kau sedang tertatih.

Sibuklah untuk membuktikkan bahwa itu akan menjadi hasil.
Tak perlu pula kau kabarkan pada mereka, bahwa ada sesal di setiap luka.

Jadilah penghibur untuk diri sendiri.
Jadilah penggembira walau malammu sepi.

Karena esok dan nanti, ada manis yang akan digenggam.
Pahitnya kau telan.
Tutuplah matamu jika kau mau.
Sebentar saja, tapi.

Karena yang di depanmu penuh kepahitan.
Jika takut jatuh,
kepalkan saja tanganmu.
Untuk menahan rasa pahit itu.
Rentangkan kedua tanganmu.
Agar seimbang.
Agar berjalan seolah pada pegangan.

Yaitu kau.
Dirimu sendiri.
Yang kau butuhkan hanya dirimu sendiri.

red            
08052020 #15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar