“Mengutuk waktu,
bertanya pada aku yang dulu. Mengapa harus dilalui segala yang disesali. Pada
sebuah arah, ia jawab pada aku yang dulu bahwa kau tidak akan sampai di sini,
jika kau pilih arah yang dikira benar.”
*
Berhenti menggertak hati bahwa kau
salah.
Berhenti menghina pikiran bahwa tak
becus memutuskan pilihan.
Kau hanya perlu melanjutkan.
Kau tidak perlu sibuk memberitahukan
dunia bahwa kau sedang tertatih.
Sibuklah untuk membuktikkan bahwa itu
akan menjadi hasil.
Tak perlu pula kau kabarkan pada
mereka, bahwa ada sesal di setiap luka.
Jadilah penghibur untuk diri sendiri.
Jadilah penggembira walau malammu
sepi.
Karena esok dan nanti, ada manis yang
akan digenggam.
Pahitnya kau telan.
Tutuplah matamu jika kau mau.
Sebentar saja, tapi.
Karena yang di depanmu penuh
kepahitan.
Jika takut jatuh,
kepalkan saja tanganmu.
Untuk menahan rasa pahit itu.
Rentangkan kedua tanganmu.
Agar seimbang.
Agar berjalan seolah pada pegangan.
Yaitu kau.
Dirimu sendiri.
Yang kau butuhkan hanya dirimu
sendiri.
red
08052020 #15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar