Sabtu, 09 Mei 2020

Tentang Peluh dan Lusuh


“Pada pukul enam pagi. Tak lupa memikul segala untuk bergerak hari ini. Memenuhi pengharapan, mengejar pencapaian.”
*

Pada dua ribu sebelas.
Memulai dengan tujuan mengejar kelas.

Ia catatkan betapa babak baru hidup makin kemelut.
Pikirannya semalam disusun agar tak bertindak kusut.

Masih belum tampak panas pagi.
Ia sudah berlari.
Dikejarnya agar dapat menopang kaki.

Berdesakan.
Berpeluh keringat.
Berlusuh penat.

Walau ini masih pagi.
Semua wajah tampak sama.
Setiap mata bergerak.
Melihat sekeliling.
Berpikir seakan pusing.
Ada pula mata yang tertutup.
Tak tahan melawan kantuk.

Tapi tidak katanya.
Pemandangan pagi ini yang harus terekam.
Karena ia yakin, cerita ini yang akan dikenang.
Omong kosong, bisik si kiri.
Kau hanya perlu tidur untuk  mengganti waktu tidur yang kurang.

Tidak, kata si kanan.

Kau hargai setiap rasa pagi ini.
Kau nikmati setiap proses perjalanan dari sini.
Karena saat kau nyaman,
Kau tak tahu rasa berjuang.
Pada saat kau sedang berjuang,
Ingatlah yang nyaman nantinya bukan keadaan.

Namun,  sikap yang mulai mendewasakan,
Agar kau dapat nyaman di setiap kenyataan.

red            
09052020 #16


Tidak ada komentar:

Posting Komentar