”Hentikan, jangan teruskan. Jangan
sampai yang sedang kamu perjuangkan tak pantas untuk tetap, diusahakan.”
*
Cermin tersenyum padanya sesaat.
Menertawakan hatinya yang menuju
sesat.
Ia masih berselimut pakaian basah.
Ia berkutat pada malam yang kian
resah.
Tidur tak dapat menutup lukanya.
Raungan hati makin merasuknya.
Pikirannya dibutakan.
Bersikeras ingin tetap berjalan.
‘Tak bisa!’
Ucap kawan yang memandangnya di sudut
ruang.
‘Kau harus berhenti menjadi gila!’
Teriaknya makin menggema lantang.
Jika kau ingin terus bermain-main
pada yang tak pasti.
Kau hanya sibuk berlari pada satu
keliru ke keliru yang sama lagi.
Kau tidak akan pernah bisa hidup tenang,
Berdamai pada malam,
Berbahagia tanpa tertekan,
Maka, yang kau butuhkan hanya
penghentian.
Dari segala yang jahat,
Segala yang terikat,
Teruntuk jiwa yang ingin kembali
hidup dengan bahagia yang melekat.
red
11052020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar