“Tapi, ingat
kawan. Tangan hanya dua. Berpikir ingin menggenggam dunia, mungkin bagai
umpama. Ada kalanya, bercermin sekejap, sekedar melihat, sudah sejauh mana
langkah itu berderap. Setelah itu ingat lagi, kawan. Usaha perlu dilanjutkan.
Sejauh langkah kembali digerakkan. Beri waktu koma untuk berada di antara
titik.”
***