Selasa, 30 Juni 2015

30 Hari

“Menulis itu bagian dari mengenal diri, memahami jiwa dan meresapi pribadi. Bahagia itu bagian dari kehidupan yang dapat diraih, salah satunya dengan berkarya. Seorang guru pernah berkata, Ingin tahu bagaimana hidupmu tak sia-sia?Teruslah berkarya, maka Tuhan akan memberikan penghargaan bagi umat-Nya, dengan telah menghasilkan sesuatu”

***

Senin, 29 Juni 2015

Sajak Maaf

“Ternyata memaafkan lebih sulit dibanding melupakan ataupun melepaskan  Sejatinya, memaafkan tak perlu lagi ada sakit, siksa, benci atau amarah yang tersimpan di dalam hati. Namun, jika semua rasa itu masih ada? Berarti maaf itu belum sepenuhnya ada, karena masih ada rasa untuk tetap bersama.”
***

Minggu, 28 Juni 2015

Merenda Mukena

 “Ibu pernah bilang, ‘Kebahagiaan tidak tentang kemewahan, Nak. Menjadi sederhana, biasa dan apa adanya niscaya bahagia itu akan tiba. Apa yang ada, syukuri. Karena Tuhan memang memberikan kekayaan, namun tak pernah kemiskinan. Kita berkecukupan, Nak. Ingatlah’ “

***

Sabtu, 27 Juni 2015

Ketika Hati (tak) Berkata

"Merasakan kecewa sudah biasa hingga kelelahan ini yang menjelaskan betapa tak adilnya nasib yang didera. Tetapi kuyakin akan ada satu kata yang mampu menghentikan semuanya, ketika “lepas” tak hanya terucap di bibir, namun hati pun berkata.”

***

Jumat, 26 Juni 2015

Tentang Kita

“Ucapnya, ‘aku pasti kembali pada kalian pada akhirnya, karena sudah lama mencari, sudah lama berkelana, berakhir pada kalian jua.’ Karena bukan berapa banyak teman yang telah datang, namun berapa banyak teman yang akan bertahan.”

***

Kamis, 25 Juni 2015

Memberi Tanpa Menanti

“Berbuat baik tak melulu harus diberitahu. Biarkan perbuatan itu ada, nyata, tanpa mengharapkan balasan apa-apa. Karena Tuhan yang mempunyai perannya, menilai baik buruknya”
***

Rabu, 24 Juni 2015

Genggam

“Bukan karena tangguh kami bertahan, tapi karena kami memutuskan untuk bergerak seirama dan melewati bersama. Akan lebih baik dilakukan begini, bukan? Tak merasa sendiri.”

***

Selasa, 23 Juni 2015

Renjana

“Dia yang kini bertahan sendiri, dahulu pernah sungguh-sungguh berusaha, sungguh-sungguh mencintai, pernah menunggu suatu janji untuk ditepati.”
***

Senin, 22 Juni 2015

Minggu, 21 Juni 2015

'Hai' Berjuta Makna

“Karena yang telah berusaha pada akhirnya tersakiti. Dan, menyesal-lah kini menjadi yang menyapa, karena yang disapa belum tentu tetap ada atau bahkan setia.”

***

Sabtu, 20 Juni 2015

Senandika Dini Hari

“Malam kian larut, namun mata tak kunjung kantuk. Aku menyandarkan raga di atas tikar dingin. Walaupun menunggu menjadi tidak mungkin, tapi aku meyakini karena sebuah ingin.”
***

Jumat, 19 Juni 2015

Sepi

“Tapi kuyakin, sepiku hampir hilang bahkan sebelum aku menutup tulisanku dengan kalimat terakhir”
***

Kamis, 18 Juni 2015

Ketika Hati (tak) Menatap

“Ia berdiam di jarak yang terbentang. Bagai benang yang melayang, kami terikat namun tak merekat. Ia makin jauh dan menjauh. Namun, ia selalu menjadi sasaranku untk terus kupandang, raut nya tergurat bertanya “Bagaimana bisa kau menatapku, bahkan kita tak akan mampu menyatu?” “
***

Selasa, 16 Juni 2015

Wajah Fiksi

“Kami tak pernah ingin selalu benar. Kami juga tak pernah ingin mereka selalu merasa bersalah. Tapi, yang kami inginkan sederhana, ingin dimengerti. Dari kami, perempuan yang mereka sebut ber-wajah fiksi”
***

Senin, 15 Juni 2015

Lewat Radio

“Cinta itu tidak buta. Ia mampu dilihat seseorang yang merasakan, tapi tidak bagi orang yang tidak melihat dan merasakannya. (jd)”
***

Minggu, 14 Juni 2015

Di Ujung Ju(rang)ni

“Rasanya? Ingin kuakhiri segalanya. Toh, selama ini sendiri. Namun, bolehkah aku jujur? Setidaknya satu orang saja bersikeras menahanku untuk tetap, di sini.”

***

Sabtu, 13 Juni 2015

Jumat, 12 Juni 2015

Kamis, 11 Juni 2015

Drama 1613

“Merasa sakit karena sebuah kenyataan akan lebih baik apabila merasakan tenang karena sebuah kebohongan.”
***

Rabu, 10 Juni 2015

Kembali

“Ia menahanku tanpa menggenggam, ia menjagaku tanpa mempertahankan, ia...membuatku bagai tak sanggup melepaskan. Padahal ia tak akan pernah kembali, namun daya tariknya yang selalu menjatuhkan hati.”
***

Selasa, 09 Juni 2015

Kelih

“Mungkin merasakan gelap sudah biasa. Merasakan sesak pun tak mengapa. Menatapmu? Tak perlu ada dua mata, bila Tuhan menciptakan mata hati yang selalu terbuka”
***

Senin, 08 Juni 2015

Ketika Hati (tak) Mendengar

“Dengarkanlah , maka aku menghampirimu lewat suara yang menjelma menjadi udara. Resapilah, seakan udara itu menyentuh hatimu, seakan membangunkanmu dari tidur panjangmu”

***

Minggu, 07 Juni 2015

Bangku Kayu

“Aku memang ditakdirkan untuk menunggumu. Setelah peluh ini habis seharian, ingatlah, aku juga selalu mendoakanmu. Ketika aku lelah, aku hanya perlu bersandar di sini, mengharapkanmu kembali.”
***

Sabtu, 06 Juni 2015

Prosa Rasa

“Sehari saja melewatkan kesempatan, tak akan pernah terungkap kejujuran. Kepada yang paling menyedihkan, oh perasaan, dapatkah kau berterus terang? Semestinya, ya”
***

Jumat, 05 Juni 2015

3 PINTU

“Kelelahan yang abadi adalah kepedulian yang tidak diacuhkan. Kepenatan yang hakiki adalah berkali-kali peduli namun diabaikan.”

***

Kamis, 04 Juni 2015

Utara di Pelupuk Mata

“Aku tahu alasan darimana keindahan itu muncul. Kali ini aku yakin itulah alasannya. Aku membayangkan di seluruh dunia ini hanya satu warna. Semua tampak sama, bukan? Nyatanya, dunia ini banyak warna. Keindahan muncul seketika.”
***

Rabu, 03 Juni 2015

Kisah Terima Kasih

“Seliweran manusia sibuk memikirikan hal yang muluk. Sibuk bertingkah ini itu. Padahal, mereka lupa akan kata sakti pembawa secuil kebahagiaan, pembawa ke-entengan batin, kata itu. Sebut saja ‘kasih’, yang selalu ditebar oleh seseorang yang tulus kepada seseorang yang menerima dengan (semoga) tulus.”
***

Selasa, 02 Juni 2015

ANOMALI MA•SA

“Kami disebut serdadu anomali. Menyimpang dari yang asli. Apa salahnya berekspresi? Setidaknya, kami punya nyali. Berdiri di kaki sendiri.”
***

Senin, 01 Juni 2015

Jatuh Hati

“Tutur kata, jiwa dan hatimu. Aku bisa jatuh padamu, karena ketiga hal itu. Ya, benar. Kali ini aku tidak hanya merasa cinta, namun hati ini yang jatuh padamu. Ya, aku jatuh hati padamu.“
***